Broniesupdate, Jakarta --- Menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1444H, Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono melontarkan pernyataan yang menjadi sorotan publik. Heru mengaku pusing karena banyak warga daerah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi yang ingin pindah ke Jakarta. Menurut Heru, kedatangan mereka ini akan menjadi beban APBD DKI Jakarta. Pernyataan ini dilontarkan Heru Budi saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2024 di Balai Kota. Senin (10/04/2023). “Jadi kadang-kadang saya pusing. Pusingnya Pemerintah Kabupaten Bekasi, Tangerang perlu bantuan dari Pemerintah DKI yang kami berikan, tetapi melihat potensi. Pemindahan penduduk memang mudah, tetapi jadi beban DKI,” Ujarnya. Sebelumnya Heru juga mengatakan hal yang serupa di acara guyub bersama Ketua RW se-Jakarta Selatan di Bellagio Boutique Hotel, Minggu (5/02/2023). Ia menyoroti peningkatan angka perpindahan penduduk berpenghasilan...
Broniesupdate, Jakarta --- Ketua DPD BroNies (Bro Anies) Kabupaten Karawang Kusman Herdiana (Maspeci) yang tergabung bersama kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Komite Peduli Keadilan (KPK), mengelar aksi yang dihadiri ratusan masa didepan gedung Merah Putih KPK, Rasuna Said Jakarta pada Jumat (14/04/2023), aksi ini digelar pukul 15.30 sore sampai menjelang magrib. Dalam orasinya, Kusman Herdiana mengatakan dirinya mewakili masyarakat Karawang menyatakan keprihatinannya terhadap kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pimpinan Firli Bahuri, sebagai Lembaga Tinggi Negara yang seharusnya bertugas menegakan supremasi hokum, bukan sebagai lembaga tebang pilih kasus korupsi. “Karawang sebagai kota pangkal perjuangan dan kami warga karawang akan berjuang menolak KPK sebagai alat politik. Mengapa KPK sebagai lembaga yang dipercaya rakyat justru diisi oleh para tikus berdasi”, “Jangan KPK menjadi tempat dibudidayakannya korupsi, jangan ketua KPK justru membuat warung did...
Oleh: Yusuf Blegur (Ketua Umum BroNies) Anies bukan orang kaya, Anies bukan dari partai politik, dan Anies juga bukan berasal dari oligarki. Anies hanya punya kesederhanaan, karakter dan integritas. Semua faktor yang tidak masuk dalam kriteria pemimpin yang dilahirkan oleh demokrasi kapitalistik dan transaksional. Masihkah ada tempat di republik ini bagi figur yang amanah, jujur dan adil untuk memandu jalan keselamatan bagi pancasila, UUD 1945 dan NKRI?. Anies memang fenomenal, ia menjadi pemimpin yang memiliki keunikan, tidak biasa dan sarat prestasi setelah Soekarno dan Soeharto. Pemimpin yang sebenarnya, yang tak luput dari pro dan kontra, banyak yang mencintainya, namun tak sedikit yang membencinya. Anies telah menempuh jalan penderitaan, dipenuhi isu, intrik dan fitnah meskipun terbatas memimpin Jakarta. Mungkin, seperti pepatah makin tinggi pohon semakin tinggi angin menerjang. Anies dan keberhasilan membangun ibukota negara itu, kini menapaki panggung politik nas...
Semoga menjadi contoh PemDa Maupun PemProv lainnya ✊🇲🇨...
BalasHapus