Isu Hutang Anies Kepada Sandi Mencuat, Pengamat: Janji Politik Anies Sudah Dituntaskan


Broniesupdate, Jakarta --- Heboh di jagat media perihal perjanjian hutang Rp. 50 miliar yang diteken oleh Anies Baswedan sebagai Cagub DKI Jakarta kepada Sandiaga Uno yang saat itu sebagai Cawagubnya. Hal ini diungkapkan oleh Erwin Aksa dalam podcast Akbar Faizal (5/2/2023).

Kepada awak media Erwin yang pada saat itu menjadi bagian dari Timses Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 mengaku menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut.

“Intinya kalau tidak salah itu perjanjian utang barangkali ya. Ya pasti yang punya duit memberikan utang kepada yang tidak punya duit. Kira-kira begitu. Karena yang punya likuiditas itu Pak Sandi kemudian memberikan pinjaman kepada Pak Anies.” Tuturnya.

Melihat fonomena transaksi politik yang dimunculkan kembali gegara menyangkut nama Anies Baswedan, Aktivis dan Pengamat politik Guntur Siregar angkat bicara. Menurut Guntur apa yang dilakukan Anies Baswedan dengan melakukan pinjaman untuk pemenangan Pilkada DKI kala itu adalah hal yang biasa dalam politik.

Terlebih lagi pada saat pilkada DKI Jakarta 2017, Anies bukanlah Cagub yang didukung oleh pemerintah.

“Kalau saya lihat salahnya dimana, orang mau menjabat Gubernur mencari logistik untuk membiayai kampanyenya itu hal yang biasa. Anies Baswedan sebagai calon Gubernur waktu itu tidak punya logistik, karena kalau kita lihat waktu itu Anies bukan calon yang di dukung pemerintah. dan saat itu Sandiaga mau back up, ya sudah toh berarti mereka sudah ada kesepakatan” Kata Guntur kepada redaksi Broniesupdate (7/2/2023).

Pernyataan yang dilontarkan oleh eks Timses Anies – Sandi yang saat ini menjadi Waketum partai Golkar itu sontak mendapatkan berbagai macam tanggapan Publik, yang salah satunya mencuatkan politik transaksional yang pernah dilakukan Anies sebagai upaya pemenangan Pilkada DKI 2017 lalu. Namun Guntur Siregar mengatakan hal ini bukanlah hal besar dan tidak harus di besar-besarkan.


“Kita jangan berfikiran naif, sekarang siapa yang tidak menjalankan politik transaksional kalau ingin menjabat, semua menjalankan. Sekarang pertanyaannya bagaimana perjanjian itu diberlakukan setelah pemenangan. Dalam konteks ini Anies menepati janji dengan menggandeng Sandiaga sebagai Wagub DKI waktu itu, sampai Sandiaga sendiri yang mengundurkan diri padahal baru satu tahun menjabat karena kebelet menjadi wakil Prabowo untuk Pilpres 2019. Janji politik itu sudah dilunasi Anies jadi jangan di besar-besarkan dan jangan digiring kemana-mana” Ujarnya.

Guntur Siregar mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi kepada Anies Baswedan karena tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran meskipun ditengah pergumulan politik pemenangan Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Kita seharusnya mengapresiasi kejujuran dan apa yang dilakukan oleh Anies Baswedan kala itu. Demi menjalankan amanah warga Jakarta, Anies merelakan berhutang dari pada menjual diri pada Oligarki. Dan selama menjabat Anies tetap konsisten dengan apa yang dijanjikannya” Tutup Guntur.

Janji Utang Anies Rp. 50 Miliar

Sebelumnya diberitakan, mencuat isu yang lagi-lagi menyeret nama bakal capres NasDem, Anies Baswedan berkaitan dengan momentum Pilkada DKI 2017 lalu. Kali ini Anies diisukan terlibat perjanjian hitang-piutan mencapai Rp. 50 miliar dengan mantan paslonnya, Sandiaga Uno.

Hal ini mulanya dibuka ke public oleh eks Timses Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 yang kini menjabat sebagai Waketum Golkar, Erwin Aksa. Erwin mengatakan Anies meneken surat meminjam uang mencapai Rp. 50 miliar delam perjanjian dengan Sandiaga.

Erwin menceritakan uang tersebut dibutuhkan agar roda logistic lancer dalam memenangkan Pilgub DKI 2017. Erwin mengatakan surat perjanjian utang-piutang ini disusun oleh Rikrik Rizkiyana, pengacara Sandiaga saat itu.

“Itu memang waktu putaran pertama ya. Logistik juga susah. Jadi ya yang punya logistic kan Sandi. Sandi kan banyak saham, likuiditas bagus, dan sebagainya. Ya ada perjanjian satu lagi, yang saya kira itu yang ada di Pak Rikrik itu,” kata Erwin dalam wawancara di akun Youtube Akbar Faizal. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan