Segunung Etika Cara Anies Berpolitik
Disampaikan Oleh : Yusuf Blegur (Ketua Umum BroNies)
Begal
jalanan merampas harta, melukai dan terkadang menghilangkan satu atau dua nyawa
korbannya. Sementara rezim kekuasaan telah menjadi begal konstitusi dan
demokrasi. Gemar korupsi, hobi merampok kekayaan alam dan senang mengebiri hak
rakyat. Bertindak sewenang-wenang dan dzolim, menyebabkan penderitaan dan
kematian rakyat dengan jumlah massal. Merugikan rakyat se-tanah air, adakah
pemimpin-pemimpin yang miskin moral dan ahlak ini, sedikit saja punya etika
politik?
Menarik
dan banyak hikmah yang bisa dipetik, saat penulis berkesempatan mengikuti
diskusi terbatas antar simpul relawan Anies yang diadakan pada tgl. 3 Januari
2023 di Rumah Harmoni, salah satu wadah berkumpul Aliansi Nasional Indonesia
Sejahtera (ANIES). Pemaparan analisa politik hukum dan politik ekonomi yang
cukup exciting, disampaikan Awalil Rizki selaku pembelajar ekonomi progresif
dan Bambang Wijayanto yang pengamat sekaligus praktisi hukum. Acara itu
benar-benar memenuhi dahaga para relawan Anies terkait keingintahuan situasi
aktual dan faktual negara, khususnya menyangkut ekonomi dan hukum. Awalil Rizki
dan Bambang Wijayanto menghantar pemahaman relawan Anies pada realitas politik
dalam sektor ekonomi dan hukum secara telanjang gamblang dan tanpa tedeng
aling-aling.
Peserta
diskusi begitu dimanjakan dengan perspektif yang rigid, holistik dan kaya akan
angka dan data, namun mudah, sederhana, renyah dan asyik dicerna pengertiannya.
Tidak seperti mengikuti kelas mekanika teknik dalam jurusan teknik sipil atau
praktek kimia di laboratorium yang rumit dan sarat ketelitian.
Penyampaian
materi yang diikuti diskursus tersebut, mengungkap kebenaran fakta yang sering
ditutup-tutupi pemerintah, membongkar kebohongan pelayanan publik yang selama
ini tercermin dari sistem, kebijakan dan argumentasi serta justifikasi
pemerintah. Audiens seperti dibuka mata dan telintanganya dengan betapa
compang-camping dan karut-marutnya wajah rezim kekuasaan dalam tata kelola
negara. Memanipulasi konstitusi, semakin mewujud rezim tirani dan dictator yang
represif, terus merampok uang rakyat dan termasuk upaya menjegal Anies sebagai
presiden yang didukung rakyat dalam pilpres 2024 mendatang. Seakan menunjukan hanya itu yang bisa
dilakukan pemerintah. Mulai dari omnibus law, KUHP hingga trend negara
mengalami krisis dan resesi, eksploratif disampaikan kedua nara sumber itu.
Menjadi
penting juga ketika Awalil Rizki, pembedah struktur APBN paling detail dan
komprehensif yang disebut-sebut begawan ekonom berkarakter era reformasi ini,
menyinggung figur Anies dan korelasinya dengan politik kontemporer dan perangai
rezim kekuasaan kekinian. Dengan kegagalan kalau tak mau disebut kehancuran
dalam mengurus negara, rezim kekuasaan yang anti Anies melakukan pelbagai cara
untuk menjegal Anies mengikuti kontestasi Anies dalam pilpres 2024. Pun
demikian, Awalil Rizki menyampaikan Anies bergeming menghadapi tekanan dan
teror dari politik kekuasaan. Tak sedikitpun Anies reaksioner menghadapi upaya
menjegalnya. Konspirasi jahat yang terstuktur, sistematik dan masif dalam membunuh
karakter dan menggagalkan pencapresannya, membuat Anies semakin tegar dan tak
goyah, tetap tenang, sabar dan cerdas menghadapinya. Kemampuannya menderita
untuk menghadapi semua tekanan kejahatan politik dan perlakuan tak adil, justru
itu yang menjadikan kekuatan Anies. Bagi Anies, para buzzer dan haters bahkan
lawan-lawan politiknya yang kini mengusung kekuasaan, menjadikan dirinya
semakin eling dan perform untuk memimpin NKRI berbasis tujuan meraih negara
kesejahteraan sebagaimana amanat pancasila dan UUD 1945 yang asli. Upaya menjegalnya,
menjadikan Anies mampu meningkatkan kesadaran reffektif dan evaluatif dari
situasi kebangsaan demi memimpin negara yang mampu menghadirkan kemakmuran dan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain
tetap menjaga kesantunan sambil merangkul perbedaan baik dalam pemikiran dan
sikap yang berasal dari lawan politiknya. Anies teguh mengedepankan etika politik,
sesuatu yang langka bisa ditemui pada figur-figur pemimpin yang lain.
Bahwasanya, ada politik moral dan ahlak yang tetap harus dijunjung tinggi saat
menghadapi konstelasi dan dinamika politik seberat apapun. Tidak sekedar
merebut kekuasaan, proses meraihnya mutlak mengutamakan integritas yang
berlandaskan nilai-nilai kejujuran dan keadilan, tegas Awalil Rizki meneruskan
pandangan Anies.
Awalil
juga mengangkat prinsip-prinsip politik dan ekonomi mendasar terkait kehadiran
dan peran oligarki yang kini disorot rakyat sebagai kekuatan yang ofensif dan
ekspansionis. Menurut Awalil, Anies selalu aware dengan politik keseimbangan.
Tak ada pemikiran untuk mematikan dunia usaha skala dan modal besar, imbuhnya.
Jika Anies presiden tidak serta-merta, menyulitkan atau mematikan konglomerasi.
Tak ada upaya di dunia manapun yang dapat meniadakan kehadiran orang kaya dan
orang miskin. Keduanya menjadi keniscayaan dan akan terus menghidupi peradaban
manusia. Bagi Anies, yang menjadi problem esensi dan substantif adalah
bagaimana memperkecil atau mempersempit jaraknya agat tidak terjadi ketimpangan
sosial yang berpotensi menimbulkan pertentanga kelas dan akhirnya menimbulkan
konflik sosial. Setidaknya, oligarki korporasi dapat terus eksis selama berada
di bawah kendali pemerintah. Bukan sebaliknya, korporasi yang mengatur negara.
Dunia usaha harus bisa menjadi faktor penguatan pemerintah dalam melayani
kepentingan publik seluas-luasnya. Pentingnya mengadakan sinergi dan elaborasi
antara pemerintah dan dunia usaha, terutama dengan kebijakan politiknya. Anies
akan didorong untuk memimpin perubahan yang lebih baik, mana yang harus
ditinggalkan mana yang harus diperbaiki dan mana yang perlu dibuat regulasinya
yang baru, itu akan menjadi bagian penting dan strategis dalam melanjutkan
kesinambungan pembangunan nasional. Anies bukanlah musuh, Anies bukanlah
ancaman dan berbahaya bagi siapapun. Anies hanyalah seseorang yang punya
talenta dan kemampuan serta didukung rakyat untuk memimpin republik yang besar
dan kompleks. Anies seperti tak bisa menghindari takdirnya, mengabdikan dirinya
sebagai pemimpin bagi cita-cita kemaslahatan Indonesia. Begitulah paparan
Awalil memotret Anies dengan pemikirannya yang bernas, tajam namun tetap
solutif bagi persoalan rakyat negara dan bangsa.
Seperti
tak akan pernah cukup untuk menuntaskan pembahasan negara, kontestasi capres
dan fenomena politik ekonomi dan politik hukum dalam satu hari. Acara diskusi
yang juga dihadiri Michael Sianipar eks petinggi Partai Solideritas Indonesia
(PSI), Rumah Harmoni akan terus menggelar diskusi kebangsaan lanjutan dan
mengangkat tema- tema lain. Penulis yang kini terus mengamati dan menyadari
betapa besarnya gelombang dukungan rakyat, dan antusiasnya pelbagai entitas
sosial politik yang telah menjadi instrumen supporting
sistem Anies dalam kontestasi pilpres 2024. Hanya bisa membatin, rasanya
dengan integritas yang tinggi dan figur pemimpin yang kaya prestasi penuh
penghargaan, Anies tak lagi bisa dibendung. Hanya kecurangan yang bisa menjegal
Anies menjadi presiden. Hanya ketidakjujuran, ketidakadilan dan kedzoliman yang
membuat segunung etika cara Anies berpolitik, terus dilakukan untuk menyingkirkan
Anies dari kursi presiden oleh rezim kekuasaan. Akankah upaya mendorong
presiden 3 periode atau perpanjangan jabatan dan manuver tunda pemilu mampu
menjegal Anies?.Kita tunggu dan lihat saja, mana yang lebih besar dan lebih
kuat, kekuasaan rezim atau kekuasaan Tuhan yang membersamai rakyat tertindas.
Dari
pinggiran catatan labirin kritis dan relung kesadaran perlawanan.
Bekasi
Kota Patriot
4 Januari 2023/11 Jumadil Akhir 1444 H.


Komentar
Posting Komentar