Isu Wacana Koalisi Perubahan Bubar, Hanya Sekedar Dialektika Politik Yang Sedang Dimainkan

Broniesupdate, Jakarta --- Aktifis senior sekaligus mantan sekjend PROJO, Guntur Siregar mengharapkan masyarakat dapat bersabar akan deklarisi poros koalisi pendukung Anies Baswedan, bahwa deklarasi partai-partai pengusung calon presiden bukanlah sebuah negosiasi yang mudah, dimana banyak faktor yang dipertimbangkan dalam internal partai.

“Saya berharap masyarakat dapat bersabar untuk terbentuknya koalisi perubahan ini, karena memang bukan hal mudah kalau kita bicara tentang koalisi. Seperti PKS dengan dewan syuro nya, dan Partai Demokrat dengan majelis tingginya. Semua memiliki pertimbangan untuk memenangkan Anies bila bicara pemenangan pemilu dan itu bukan hal yang sederhana.” Tutur nya.

Guntur mengatakan isu-isu yang berkembang di masyarakat perihal kemungkinan bubarnya wacana pembentukan koalisi perubahan itu hanyalah sekedar dialektika politik belaka, sangat jauh berbeda dengan kenyataan.

“Itu (Isu pembubaran koalisi perubahan) kan bikin-bikinan orang sebelah aja yang sedang memainkan dialektika politik. Seolah-olah menjadi perdebatan publik yang mengarah pada isu pembubaran koalisi perubahan. Dan bodohnya lagi koalisi yang belum terbentuk gimana bisa bubar, nyatanya NasDem, PD dan PKS masih solid mendukung Anies,” Saut Guntur di iringi dengan tertawa.

Guntur Siregar sangat menyayangkan banyaknya pengamat yang mengkritisi koalisi partai politik pendukung Anies Baswedan untuk secepatnya melakukan deklarasi. Menurutnya partai-partai politik itu tengah berproses dalam mematangkan strategi pemenangan. “Jadi nga usah lah kita utak-atik dapur meraka, mereka sedang berproses untuk pemenangan Anies, kita percayakan saja semua kepada mereka sebagai kanal Demokrasi di negeri ini,” Tegas Guntur.

Menjawab pertanyaan redaksi broniesupdate bila Anies gagal mendapatkan skoci untuk maju sebagai capres 2024. Guntur menggambarkan bagaimana pilpres 2024 bila tidak ada keikutsertaan Anies didalamnya dan ia menilai pilpres 2024 tidak memiliki daya pikat kepada masyarakat.

“Pilpres 2024 kalau tidak ada Anies itu akan menjadi pertanyaan besar pastinya, dan bisa kita bilang negara dalam kondisi darurat demokrasi, dimana calon presiden yang harus dipilih rakyat ternyata hanya sekedar badut politik dan ini repot kalau masyarakat sampai kehilangan minatnya terhadap pemilu,” jelas Guntur.

Guntur menegaskan bahwa Anies Baswedan adalah calon presiden dari oposisi pemerintah yang paling diharapkan dalam kontestasi pilpres 2024.

“Sekarang kita lihat siapa bakal calon presiden yang sedang popular sekarang selain Anies, mereka itu kan lingkaran istana, partai penguasa, dan titipan oligarki semuanya. Saya rasa masyarakat sudah jenuh di cekoki dengan pilihan yang itu-itu aja. Anies hadir sebagai satu-satunya bakal calon presiden oposisi yang lahir dari rakyat, besar karena dukungan rakyat.” Tutupnya.

Sebelumnya pendiri Cytrus Network, Hasan Nasbi pesimis “Koalisi Perubahan” yang tengah di jajaki Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat bisa terbentuk.

Ia Menilai, hingga kini ketiganya belum sampai pada kesepakatan siapa partai politik (parpol) yang menjadi pemimpin koalisi.

Hasan menyampaikan, persoalan lain yang menghambat adalah siapa parpol yang mengeluarkan biaya atau logistik kampanye lebih besar. Oleh karena itu Nasbi beranggapan belum sepakatnya ketiga parpol terkait “koalisi perubahan” bukan karena penentuan calon wakil presiden (cawapres) semata. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan