Ganjar Gagal Total Atasi Banjir di Jateng, Pengamat: Mengungkap Realitas Kepemimpinan Yang Sebenarnya


Broniesupdate, Solo --- Terhitung empat hari sejak tanggal 31 Desember 2022 Banjir yang melanda Semarang dan beberapa wilayah di Jawa Tengah belum juga surut sampai hari ini. Bahkan di beberapa wilayah di Ibu Kota Jawa Tengah itu masih dilanda banjir yang cukup dalam.

Berbanding terbalik dengan hasil survei yang selalu menempatkan Gubernur Jawa Tengah ini di urutan pertama dengan perbandingan yang jauh diatas para pesaingnya.

Bencana Banjir yang tak kunjung surut di Semarang akan berdampak pada penilaian publik tentang ketidak mampuan Ganjar Pranowo selama dua periode memimpin Jawa Tengah, penilaian itu juga akan berdampak pada ambisinya menjadi capres pada pemilu 2024 nanti.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamaluddin Ritonga mengatakan masyarakat akhirnya mengetahui sosok Ganjar di realitas hasil survei dan realitas sesungguhnya.

“Perbedaan realitas itu membuat masyarakat berpikir ulang tentang kelayakan Ganjar menjadi capres,” dilansir dari gelora.co (02/01/2023)

Jamaludin juga berpendapat saat Ganjar Pranowo menjadi Gubernur tidak ada prestasi yang membanggakan yang dapat membawa Jateng ke arah yang lebih baik. Terlihat dari cara Ganjar dalam mengatasi banjir ROB di semarang yang memang sudah berlangsung sejak lama. Hal ini tentunya akan membuka mata masyarakat Jawa Tengah khususnya dan Indonesian pada umumnya perihal kapasitas kepemimpinan Ganjar.

Karena itu Ganjar harus mampu membuktikan dirinya layak menjadi capres dengan sisa waktu yang tersisa dari masa kepemimpinannya menurut mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

“Di realitas sesungguhnya, Ganjar hanya pemimpin standar, yang jauh memenuhi untuk memenuhi kriteria untuk capres.” Pungkasnya.

 

Memakan Korban Jiwa

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat Banjir yang menggenangi sebagian besar wilayah di Semarang itu. Keseluruhan korban meninggal akibat tersengat aliran listrik.

Peristiwa pertama terjadi pada tanggal 31 Desember 2022 dengan korban dua mahasiswa Universitas Sultan Agung Semarang. Kedua korban itu bernama Dinda Shefira (19) dan Muh Kevinabeel (19). Keduanya meninggal setelah tersetrum di tempat indekosnya di Jl. Kapas, Kecamatan Genuk.

“Dari keterangan saksi diketahui ada kabel terputus yang posisinya terndam air,” Ungkap Kapolsek Genuk Kompol RIS Andrian, dikutip dari CNN Indonesia.

Peristiwa kedua, terjadi pada senin (2/1/2023) di kompleks PT. Alfa Trans di kawasan Industri Terboyo Kota Semarang.

Korban bernama Sunaryo (62), warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diduga tewas tersengat listrik saat menghidupkan genset. Dari keterangan saksi, korban dilaporkan akan memasak dan terlebih dahulu menghidupkan genset.

“Posisi genset saat itu sedikit terendam air,” ungkapnya.

Korban selanjutnya dievakuasi oleh petugas gabungan kepolisian dan SAR untuk melintasi banjir yang saat itu masih menggenangi kawasan tersebut. Red



 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan