Suhu Politik Nasional Memanas, Ketua MPR Sarankan Pemilu 2024 Ditunda. BW: Mulai Ada Yang Gerah
Broniesupdate, Jakarta --- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan bahwa pelaksanaan pemilu 2024 sebaiknya dipikirkan kembali dalam penyelenggaraannya karena berpotensi memanaskan politik nasional yang dikhawatirkan menimbulkan polarisasi.
“Tentu
kita juga mesti menghitung kembali, karena kita tahu bahwa penyelenggaraan
pemilu selalu berpotensi memanaskan suhu politik nasional, baik menjelang,
selama, hingga pasca penyelenggaraan pemilu,” kata Bambang dalam tayangan
YouTube Poltracking Indonesia.
Bambang
beralasan penundaan pemilu menjadi rasional karena tekanan ekonomi Global yang
tak menentu, proses pemulihan perekonomian nasional pasca pendemi covid 19 yang
belum stabil dan banyak permasalahan
dalam negeri lainnya.
“Nah
ini juga yang harus dihitung betul, apakah momentumnya (Pemilu 2024) tepat
dalam era kita tengah berupaya melakukan recovery bersama terhadap situasi ini,”
Ujar Bambang
“Dan
antisipasi adaptasi terhadap ancaman global seperti ekonomi, bencana alam dan
seterusnya.” Sambung pria yang biasa disapa Bamsoet ini.
Hal
ini tentunya menyambung pernyataan presiden Joko Widodo dalam pertemuan tahunan
Bank Indonesia tahun 2022 dimana ia menyebut harus berhati-hati dalam
penyelenggaraan pemilu tahun 2024 mendatang karena ancaman ekonomi Global yang
masih tinggi.
“Dan
memang situasi Global ini confirm, tidak pasti, ruwet complicated oleh karena
itu di 2023 kita harus hati-hati dan waspada.” Tegas Jokowi.
Bambang
menambahkan, berdasarkan survei Poltracking Indonesia angka kepuasan publik
terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi – Maruf Amin mengalami peningkatan. Survei
Poltracking Indonesia November 2022 menyentuh angka 73,2 persen tingkat
kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dan ia menganggap ini mewakili kehendak
masyarakat untuk meneruskan kepemimpinan Jokowi – Maruf Amin setelah 2024.
“Pernyataan
pentingnya bagi saya, ini bukan soal puas tidak puasnya publik, tapi apakah ini
berkolerasi dengan keinginan publik untuk terus Presiden Jokowi ini memimpin
kita semua?” Kata Pungkas Bamsoet.
Pernyataan
Bamsoet ditanggapi santai oleh pakar hukum Bambang Widjojanto. BW mengatakan
bahwa tensi politik memanas karena pernyataan dari Bamsoed sendiri. Pernyataan
Bamsoet harus berdasarkan data yang jelas, jangan hanya mengandalkan intuisi
belaka dan ada indikasi pernyataan itu didasari oleh munculnya figur yang
belakangan ini sangat di elu-elukan masyarakat.
“Darimana
Bamsoet bisa menyatakan bahwa suhu politik panas, apakah sudah ada survey atau
hanya sekedar intuisi saja. Atau dia yang sedang panas dimana masyarakat mulai
meletakan pandangannya pada masa depan, pada sosok seorang.” Kata BW dalam
kanal YouTubenya.
Pria
yang sudah lama malang melintang dalam dunia hukum dan HAM ini tidak menampik dengan
panasnya tensi politik nasional, tapi apakah ini berasal dari pemilu? Itu yang
harus digarisbawahi penyebabnya. BW melihat adanya kebijakan-kebijakan
pemerintah dan legislatif dalam membuat kebijakan yang tidak matang seperti RUU
KUHP yang kemudian disahkan menjadi KUHP dan Omnibuslaw yang jelas-jelas
merugikan kaum buruh.
“Hari
ini masyarakat mempersoalkan kebijakan yang tidak bajik, salah satunya adalah
rancangan KUHP yang sudah menjadi KUHP. Jadi ini bukan tensi politik yang
disebabkan karena adanya pemilu, tetapi kekuasaan yang terus menerus membangun wajah
yang tidak membangun kemesraan bagi kepentingan kemaslahatan.” Sambungnya.
BW
menilai pernyataan Bamsoet seperti mengarah kepada tokoh tertentu dan dapat
menimbulkan kegaduhan publik.
“Jangan-jangan
sudah mulai ada orang yang gerah karena melihat antusiasme masyarakat terhadap
sosok pimpinan tertentu yang sebenarnya tidak menimbulkan kepanasan politik, tetapi
orang itu panas dengan sosok pimpinan tersebut. Justru pernyataan Bamsoet yang
menambah panas tensi politik” Tutupnya. Red

Komentar
Posting Komentar