Setelah Sukses Di DKI, Anies Diminta Memimpin Indonesia
Terima
kasih Pak Prabowo. Terima kasih Gerindra. Terima kasih PKS. Terima kasih Habib
Salim Al-Jufri, Sohibul Iman, Ahmad Saikhu dan Mardani Ali Sera, ketua timses
Anies-Sandi. Terima kasih Sandiaga Uno dan Ariza Patria yang menenemani Anies
dalam kerja untuk warga Jakarta. Terima kasih semua yang telah mengantarkan
Anies menjadi gubernur DKI. Terima kasih kepada yang telah ikut berkolaborasi
membangun kota Jakarta. Terima kasih kepada individu-individu yang tidak
mungkin dilist namanya satu persatu. Artikel ini akan kepanjangan mengeja semua
nama yang disebut oleh Anies. Anies benar-benar ingat nama-nama yang sungguh
berjasa membangun ibu kota.
Salam
hormat, salam ta'dzim, salam semua kebaikan untuk mereka yang telah memberi
kesempatan dan membantu Anies mendedikasikan hidupnya buat warga Jakarta.
Mereka semua ada dalam memori sejarah yang kelak akan dibaca oleh generasi
bangsa di masa depan.
Jakarta
berubah. Ini bukan hanya semata kesuksesan Anies. Ini kesuksesan para relawan.
Ini kesuksesan partai-partai pengusung. Ini kesuksesan para ketua umum partai
yang memberi kepercayaan kepada Anies. Ini kesuksesan seluruh warga DKI. Anies
hanya menjalankan amanah mereka. Dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada
Anies, Jakarta telah berubah sebagaimana yang kita lihat hari ini.
Kesuksesan
ini membuat rakyat meminta Anies tidak berhenti hanya membangun kota Jakarta,
tapi berlanjut membangun Indonesia. Nasdem membaca itu. Lalu, segera meminang
Anies dan mendeklarasikannya sebagai calon presiden 2024. Resmi, tanggal 3
Oktober 2022 Anies dicalonkan Nasdem untuk jadi kandidat capres. Demokrat dan
PKS juga membaca itu. Kedua partai ini sedang cari waktu untuk ikut meminang
dan mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden 2024. Nasdem memastikan akan
dukungan ini.
Surya
Paloh dan Nasdem memang tepat bacaannya. Setelah deklarasi, Anies dibawa
silaturahmi ke berbagai wilayah. Testimoni, sekaligus ta'aruf. Ternyata benar,
sambutan masyarakat terhadap luar biasa. Tidak hanya di medsos, tapi di
lapangan. Riil dan sungguh nyata. Dimana ada Anies, massa membludak. Jumlah
massa yang menyambut ratusan ribu.
Dimula
dari Jogja, massa dan kader lintas partai antusias menyambut Anies. Jalanan dan
tempat acara padat massa. Di Jawa Barat, khususnya wilayah Tasikmalaya dan
Ciamis, lapangan dimana Anies berpidato sesak pengunjung. Di Sumatera, mulai
dari Medan, Aceh, Padang hingga Riau, Anies disambut dukungan yang luar biasa
besar, optimis dan militan. Kalau di Jakarta, jangan tanya lagi. 83 persen
warga Jakarta puas terhadap kinerja Anies. Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang
hingga Banten, dukungan kepada Anies gak jauh dengan warga Jakarta.
Minggu
ini, infonya, Anies road show ke Sulawesi. Diperkirakan jumlah massa tidak
kalah besar dari yang ada di kunjungan-kunjungan sebelumnya. Lihat video
persiapan penyambutan. Arak-arakan puluhan mobil bergambar Anies sudah gladi
bersih. Mereka sudah pawai di jalan raya.
Melihat
ini semua, PKS bangga. Tidak salah memberi amanah kepada Anies di DKI. Anies
betul-betul memenuhi kriteria sebagai pemimpin yang diharapkan oleh PKS. Anies
betul-betul menjalankan amanah di DKI. Sukses. Ahmad Saikhu, presiden PKS,
Mardani Ali Sera dan sejumlah kader PKS seringkali mengungkapkan kebanggan itu.
Mengapresiasi sedemikian tinggi terhadap hasil kerja dan prestasi Anies. PKS
yakin Anies bisa membawa perubahan tidak saja di DKI, tapi juga di tingkat
nasional. Anies layak menjadi pemimpin Indonesia, kata sejumlah pimpinan PKS.
Karena itu, PKS terus melanjutkan dukungannya kepada Anies untuk nyapres di
2024.
Gerindra
dan Prabowo mestinya juga ikut bangga. Tokoh yang diusungnya di DKI mendapat
apresiasi rakyat secara nasional. Mestinya, Gerindra adalah partai yang pertama
membaca ini dan segera mendeklarasikan Anies untuk menjadi calon presiden 2024.
Harap
dimaklumi jika Gerindra saat ini masih memilih untuk mencalonkan Prabowo, ketua
umumnya. Tentu, Gerindra punya pertimbangan-pertimbangan yang matang dan
memadai untuk kepentingan partai.
Namun,
Gerindra akan tetap realistik. Jika dalam waktu kurang dari satu tahun menuju
pendaftaran pilpres nanti elektabilitas Prabowo kurang meyakinkan untuk ikut
kontestasi di pilpres 2024, maka tidak menutup kemungkinan Gerindra akan ikut
mengusung Anies. Menyempurnakan dukungannya dari Gubernur DKI ke Presiden RI.
Ini adalah langkah politik Gerindra yang paling realistis. Prabowo adalah
seorang negarawan yang selalu bertindak realistis dan rasional.
Jika
sebelumnya Gerindra pernah mengusung Jokowi di pilgub DKI 2012. Belum sampai
tuntas menjalankan amanah di DKI, Jokowi nyapres melawan Prabowo. Dua kali
nyapres, Jokowi mengalahkan Prabowo.
Berbeda
dari Jokowi, Anies telah menuntaskan tugasnya di DKI. Lima tahun penuh.
Sebagaimana Anies ungkapkan saat kampanye maupun awal bertugas, akan selalu
berkomitmen untuk menuntaskan tugas lima tahun di Jakarta. Anies tidak akan
nyapres dan apalagi melawan Prabowo di pilpres 2019. Anies telah penuhi janji
dan komitmennya itu. 2019 Anies tidak ikut nyapres dan memilih untuk tuntaskan
tugas yang diberikan oleh Gerindra-PKS mengurus kota Jakarta selama lima tahun.
Anies penuhi janjinya itu.
Pilpres
2024, eranya anak muda. Eranya para tokoh seusia Anies. Anak-anak muda usia
50-an tahun. Mereka masih fresh dan bersemangat. Saatnya diberi kesempatan
untuk memimpin negeri ini.
Jika
hari ini, atas dukungan dan desakan rakyat Anies dicalonkan untuk menjadi
presiden 2024, sebagai anak bangsa yang baik, tidak ada alasan bagi Anies untuk
menolak amanah tersebut. Satu-satunya pilihan adalah terima amanah itu dan siap
pimpin Indonesia 2024.
Jakarta, 8 Desember 2022

Komentar
Posting Komentar