Para Pengamat Sibuk Mencari Kejelekan Anies



Broniesupdate, Jakarta --- Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan calon presidennya Anies Baswedan memang sedang giat-giatnya melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Kedatangan Anies seolah dinanti oleh masyarakat, terakhir kunjungan Anies ke Pangkep Sulawesi selatan dibanjiri puluhan ribu masyarakat yang antusias menunggu kedatangannya.

Namun ledakan pendukungan Anies hanya dianggap sebagai euforia sementara. Naiknya elektabilitas Anies hanya sebagai imbas dari deklarasi pencalonan presiden yang diumumkan NasDem pada awal oktober lalu dengan memanfaatkan momentum Anies di Jakarta saat itu.

Statement ini dilontarkan oleh pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno.

“Memang elektabilitas Anies naik, itu kan efek deklarasi. Momentum Anies ini kan desainnya luar biasa, sebulan sebelum lengser kan momentumnya mengarah ke Anies,” kata Adi yang di kutip dari video dailymotion.com (19/12/2022).

Adi berkomentar bahwa publik sudah mulai bosan dengan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta itu, sebab narasi politik yang disampaikan oleh Anies disetiap kunjungannya ke daerah hanya itu-itu saja dengan tidak melakukan manuver politik apa pun.

Sebagai figure yang lekat dengan citra oposisi, Anies hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan-kebijakan dari rezim pemerintah. Padahal pendukung Anies mayoritas datang dari kalangan yang kontra dengan pemerintahan Jokowi saat ini.

“Ini tidak sejalan dengan apa yang digembar-gemborkan NasDem yang mengklaim partainya bersama demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal membentuk Koalisi Perubahan,” Ujar Adi dalam video tersebut.

Menanggapi pernyataan Adi Prayitno, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali mempersilahkan pihak manapun bebas menafsirkan situsi politik yang NasDem dan Anies alami, berkaitan dengan apa yang dinarasikan oleh Anies disetiap roadshow itu merupakan visi dan misi partai, maka dari itu tidak mungkin berubah-ubah narasinya di setiap tempat. Narasi yang berubah-ubah justru tidak ada bedanya dengan penceramah.

“Bebas menafsirkan dihari ini, bahwa elektabilitas euphoria dan lain-lain. Saya pikir biarlah proses itu berjalan nanti di 2024 kita akan lihat seperti apa hasilnya,” tanggap nya.

“Kalau di setiap daerah berbeda-beda, namanya penceramah. Iya kan? Ya kalau satu tempat menyampaikan hal yang berbeda, di tempat lain menyampaikan hal beda, itu penceramah itu,” Sambung Ahmad Ali.

Perihal pernyataan Adi Prayitno yang mengatakan Anies sebagai sosok yang kontra dengan pemerintah juga dibantah oleh Ahmad Ali. NasDem bersama Anies Baswedan mengusung poros perubahan dengan melanjutkan program-program Jokowi jika terpilih menjadi presiden di 2024 nanti. Melihat kondisi sekarang dimana NasDem masih menempatkan kadernya di kursi pemerintahan membantu Presiden Jokowi.

“Tentunya menempatkan Pak Anies sebagai oposisi itu hal yang tidak pas, karena posisi NasDem saat ini adalah partai yang sedang berada di pemerintahan.” Kata Ahmad Ali.

“Apa yang dikatakan oleh Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali itu sudah benar adanya, boleh siapapun menafsirkan tentang elektabilitas Anies Baswedan dan Partai NasDem, tinggal dilihat dari kacamata siapa yang bicara. Kalau dilihat dari kacamata pro oligarki dan kekuasaan Presiden Jokowi pasti mengecilkan Anies dan yang pasti Anies sendiri belum pernah cawe-cawe soal survei-surveian”.

Demikian yang dikatakan Eks Sekjend Projo Guntur Siregar yang saat ini tengah menjagokan Anies untuk pertarungan calon presiden pada 2024 nanti pada redaksi Broniesupdate.news (20/12/2022).

Guntur menilai apa yang sedang dilakukan oleh NasDem saat ini sudah sangat tepat, mensosialisasikan Anies sebagai figur calon presiden pilihan rakyat yang diusungnya.

“Yang pasti Anies itu safari politik menyapa rakyat didaerah, ingin berdialog dan menyerap aspirasi rakyat. Sebagai capres yang digadang-gadang oleh NasDem sudah sangat tepat metode safari politik Anies,” Sambung Guntur.

Pria yang dikenal sebagai sosok pengagum Bung Karno itu mengutip perkataan deklarator kemerdekaan Republik Indonesia yang terdapat dalam buku Mencapai Indonesia Merdeka. Guntur melihat ada kesamaan persepsi antara Anies dan Bung Karno yang di presentasikan dengan safari politik Anies.

“Anies sedang mendekatkan telinganya ke bumi, niscaya Anies mendengar denyut jantung rakyat itu. Malah Anies terinspirasi dari kutipan pidato Bung Karno dalam buku Mencapai Indonesia Merdeka dimana beliau berkata, Jika mau mendengar jerit tangis rakyat, maka letakan telingamu ke bumi. Hati rakyat sudah melekat ke Anies Baswedan karena itu disetiap kunjungannya kedaerah berduyun duyun rakyat ingin  berjumpa dan bersalaman.” Pungkas Guntur. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan