Kenapa Anies Harus Dijegal?
Oleh : Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)
Anies
harus dijegal. Semua peluang Anies harus ditutup. Tidak boleh ada celah Anies
lolos hingga bisa nyapres.
Langkah
awal, Anies dicari kesalahannya untuk kemudian jadi tersangka. Langkah kedua,
jangan sampai Anies dapat tiket partai. Sembari terus menerus down grade nama
Anies secara sistematis dan masif dengan black campaign. Ini fakta yang publik
secara obyektif menyaksikannya. Buktinya terlalu banyak sehingga sulit dibantah
oleh siapapun.
Nasdem
sudah deklarasi Anies tanggal 3 oktober. Sejumlah pihak merasa kecolongan.
Apalagi, PKS dan Demokrat ikut merapat. Hanya tinggal selangkah lagi. Soal
cawapres masih jadi bahan negosiasi.
Cawapres
deal, hampir pasti Anies dapat tiket untuk nyapres. Tiga partai, Nasdem, PKS
dan Demokrat memenuhi syarat presidential threshold 20 persen kursi di DPR.
Publik
membaca, ada pihak-pihak yang kekeuh agar Anies tidak boleh nyapres. Mereka
berupaya gagalkan tiga partai ini capai kesepakatan. Ganggu Nasdem dengan
ancaman resuffle kabinat. Ganggu PKS dengan isu penawaran Kemeninfo dan
kementan. Ganggu Demokrat dengan berbagai konspirasi dan kompensasi.
Meski
Nasdem sudah deklarasi dan kokoh pendiriannya untuk mencalonkan Anies, para
kadernya mulai tidak aman. Sejumlah kader Nasdem kabarnya sedang dioperasi.
Kasus hukum, isunya sudah mulai menyasar para kader Nasdem. Publik merasakan
situasi "ngeri-ngeri sedap". Ada pihak yang menyebar rasa takut.
Bagi masyarakat awam, ini jadi
pertanyaan. Mengapa Anies harus dijegal?
Sederhana
cara menjelaskannya. Sekedar contoh dan ilustrasi saja, supaya anda paham. Anda
tahu pulau reklamasi di Jakarta? 4 pulau telah dibangun, dan 13 pulau telah dibatalkan.
Luas 17 Pulau reklamasi yang direncanakan adalah 5.152 ha (51.520.000 M2). Ada yang bilang, modal per meter2 di pulau reklamasi itu cuma 2 juta. Misalnya dijual 25 juta (bisa lebih). Bikin saja untung bersih 20 juta permeter persegi. Dikalikan 51.250.000. Silahkan hitung sendiri. Berapa triliun untungnya.
Ini
baru pulau reklamasi di Jakarta. Bagaimana dengan pulau reklamasi di daerah
lain. Ada lagi bisnis tambang ilegal, judi online, narkoba, dll. Ribuan triliun
keuntungan mereka yakini akan lenyap jika Anies menjadi presiden. Karena itu,
Anies harus dicegah. Apapun caranya.
Ini
bukan soal kalah-menang. Ini soal uang ratusan hingga ribuan triliun yang
diprediksi akan melayang dari ekspektasi mereka. Siapa mereka? Oligarki. Siapa
oligarki itu? Pengusaha yang ikut mengendalikan kebijakan negara untuk
mendapatkan keuntungan berlimpah bagi bisnisnya dengan menghalalkan semua cara.
Sampai di sini, paham ya?
Jadi,
at all cost, Anies harus dijegal. Anies harus ditutup pintunya untuk nyapres.
Anies wajib dihadang.
Tidak
bisa dihadang Aniesnya, hadang partai pengusungnya. Berbagai cara dilakukan
agar partai-partai ini mundur teratur.
Di
sini perlunya tiga partai yaitu Nasdem, PKS dan Demokrat segera deklarasi
Anies. Kalau partai-partai pengusung Anies cerdas, soal cawapres dibicarakan
belakangan. Mau tidak mau, hal paling strategis adalah bersatu dan kompak
deklarasikan Anies. Jika memang mereka yakin Anies potensinya besar untuk
menang.
Kalau
tiga partai sudah deklarasi Anies, maka koalisi tiga partai akan kuat. Dengan
sendirinya, ini akan memicu pertama, partai-partai lain akan menghitung, dan
terbuka untuk merapat. Kedua, para pemodal mendekat. Siapapun yang fix mendapat
tiket maju, pemodal pasti mendekat. Ketiga, jumlah relawan akan semakin
berlimpah, dan ini menguntungkan bagi caleg-caleg partai pengusung.
Tetap
ada kemungkinan bahwa partai-partai lain bisa bersatu dan deklarasikan bakal
lawan Anies. Tapi, ini tidak juga mudah. Sebab, antara istana dengan PDIP,
dalam konteks pilpres, sulit bersatu. Kepentingan mereka berseberangan. Mega
harus selamatkan suksesi trah Soekarno di PDIP dengan capreskan Puan Maharani.
Mungkin ini kesempatan sekali-kalinya dalam karir dan hidup Puan Maharani. Jika
momentum ini lewat, goodbye.
Jika
ketiga partai segera deklarasi Anies for calon presiden 2024, ini tidak hanya
memperkuat posisi Anies, tapi partai-partai dalam "Koalisi
Perubahan", istilah untuk koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat, akan juga
semakin kokoh. Bersatunya ketiga partai dalam "Koalisi Perubahan" ini
akan menyulitkan pihak-pihak yang selama ini menjadi pengganggu. Kekuatan ini
yang akan juga melindungi Anies dari segala upaya penjegalan.
Jakarta, 9 Nopember 2022

Komentar
Posting Komentar