Ditanya Antitesa Pemerintahan, Anies Cerita Kedekatan Dengan Jokowi
Broniesupdate, Jakarta --- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenang kembali awal hubungannya dengan Presiden Joko Widodo menjelang purna tugasnya. Banyak yang beranggapan hubungannya dengan Jokowi sempat merenggang dan sempat panas semasa Anies menjabat sebagai Gubernur, namun hal itu ditampik oleh Anies.
Anies mengatakan dihubungi Jokowi sewaktu ia masih menjabat sebagai wali
kota Solo. Karena mengetahui Anies mumpuni dalam dunia pendidikan sehingga
bersinergi dengan salah satu program Jokowi di sana.
"Kami ini bersahabat dan kami itu mulai berinteraksi bersama itu
sejak tahun 2011 sebelum beliau menjadi gubernur di Jakarta. Jadi sering
bersama-sama di berbagai forum, kemudian kalau ke Solo, ketika itu beliau masih
menjadi wali kota, bahkan ketika itu ada Solo Mengajar, beliau juga ikut
melakukan endorsement. Ketika itu Solo Mengajar, kami Indonesia mengajar,"
kata Anies dalam wawancara eksklusif CNN TV, Kamis (6/10/2022).
Anies menceritakan hubungan baik dengan Jokowi mengalir
sejalan dengan pindahnya Jokowi dari Solo, kemudian bertugas di Jakarta menjabat
Gubernur sampai menjadi Presiden pada tahun 2014 dan meminta Anies menjadi
Jubir presiden.
"Jadi, perjumpaan itu, interaksi itu, sudah panjang. Kemudian beliau
tugas di Jakarta, saya masih Paramadina. Kemudian ketika beliau maju menjadi
calon presiden, beliau menelepon, beliau bicara, mengundang saya untuk menjadi
juru bicaranya, dan sesudah itu menjadi intensif pembicaraan," terangnya.
Banyak opini publik yang mengatakan bahwa Anies bersebrangan dengan kekuasaan
selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menanggapi ini Anies
menanggapi dengan santai, bahwa komunikasi dengan presiden Jokowi tetap
terbangun, karena memang di fasilitasi oleh Jokowi sendiri.
"Sampai sekarang pun, pada waktu-waktu yang diperlukan, yang memang
relevan, saya sering datang, kemudian berdiskusi, komunikasi, jalan terus.
Jadi, tidak ada namanya putus komunikasi, dan beliau banyak event-event yang
diselenggarakan di Jakarta yang secara khusus saya datang, kita diskusi di
waktu-waktu itu. Jadi tidak ada barrier di dalam komunikasi, dan saya bersyukur
bahwa tim pendamping beliau memfasilitasi untuk kita berkomunikasi terus,"
terangnya.
Mantan menteri pendidikan itu membantah isu
yang menyebut jika hubungannya dengan Jokowi memanas karena Jokowi tidak
merestuinya maju dalam pertarungan capres di 2024, Anies melihat isu itu hanya
sebuah karangan dari oknum-oknum yang memiliki kepentingan tertentu.
“Bilang itu bilang apa saja, ada imajinasi dan macam-macam dan kita-kita
ini, kadang-kadang ya keterampilan mengarangnya luar biasa hebat. Jadi
karangan-karangannya tak disertai fakta, akhirnya karangan betulan,"
ungkap Anies.
"Jadi saya ingin sampaikan bahwa kita alhamdulillah diberikan
kesempatan untuk selalu komunikasi, untuk selalu diskusi, dan akan
mempertahankan terus," sambungnya.
Anies menegaskan bahwa dirinya bukanlah antitesa dari pemerintah saat
ini dan apa yang sudah menjadi program-program pemerintah pusat harus
dilanjutkan selama itu untuk kesejahteraan rakyat, begitu juga pada saat dirinya
menjabat sebagai Gubernur dia meneruskan kebijakan dari gubernur sebelumnya.
“Program-program
Gubernur sebelumnya diteruskan, itu artinya maka orang sebelumnya kegiatannya juga
akan diteruskan, kita bekerja dengan kewenangan jang jelas, anggaran yang sudah
ditetapkan, target pembangunan ditetapkan dan itu yang harus dilaksanakan. Jadi
tidak ada tesa dan antitesa.” sambung Anies.
Diakhir
wawancara, Anies berharap agar masyarakat dapat mencerna setiap keadaan dengan
bijak sehingga tidak tercipta persepsi-persepsi miring yang menggiring kearah
perpecahan.
“Jangan over analysis seperti itu, dimana yang
tidak ada perbedaan dikesankan ada perbedaan kemudian membuat situasi
memunculkan persepsi yang tidak perlu. Republik ini sedang butuh kita kerja
bersama dan saling support bukan saling pangkas dan saling menjatuhkan” Pungkas
Anies. Red

Komentar
Posting Komentar