Survei dan Besarnya Militansi Pendukung Anies


Broniesupdate, Jakarta --- Siapa yang tidak kenal dengan Indonesia Lawyers Club (ILC), program acara talkshow politik yang di bawakan oleh Karni Ilyas yang selalu mengangkat isu-isu politik yang sedang ramai diperbincangkan. Kemarin sejak hari Sabtu 17 September pukul 09.00 sampai dengan Senin 19 September 2022 pukul 09.00, ILC membuat polling melalui media sosial Twitter resmi mereka. Melalui akun @YoutubeILC, mereka memberikan tiga nama calon dalam polling tersebut. Mulai dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hasil dari poling selama dua hari itu dengan jumlah responden sebanyak 56,269 menunjukan perolehan hasil suara dari ketiga kandidat calon dengan angka persentase mutlak, 77 persen voters memilih Anies Baswedan, disusul Ganjar Pranowo sebesar 14 persen, kemudian Prabowo Subianto sebesar 9 persen.

 


SC Poling Twitter ILC

 Seakan tidak percaya dengan hasil poling twitter ILC yang menempatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jauh diatas para pesaingnya. Salah seorang kritikus Anies, Ferdinand Hutahean Merespons hasil polling yang dilakukan ILC dengan melakukan hal yang sama, yaitu dengan membuat polling melalui akun twitternya, @FerdinandHutah4, Ferdinand menulis tiga nama tokoh yang digadang-gadang bakal maju sebagai capres. Masing-masing ada nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

"PollingPilpres Setelah ILC membuat polling pilpres dengan 77% memilih ANIES BASWEDAN, kita coba bikin poling yg sama untuk menguji kebenaran @YoutubeILC. SEANDAINYA PILPRES DIADAKAN SAAT INI, SIAPA PILIHAN ANDA? (Please Vote and RT)," tulis Ferdinand sembari memajang polling untuk diisi para pengguna twitter.


SC Poling Twitter Ferdinand

 Namun nampaknya Ferdinand memang harus mengakui kebenaran dari poling ILC karena sampai poling ini ditutup pukul 11.53 (21/09/2022) pilihan warganet tetap jatuh kepada Anies Baswedan sebesar 63,2% suara, ditempat kedua Ganjar Pranowo 31,3% dan ketiga Prabowo Subianto 5,5%  suara.

 

Militansi Pendukung

Dari hasil pemantauan, Litbang Kompas melakukan observasi terhadap tingkat popularitas dari Anies Baswedan di media sosial dan pemberitaan media digital melalui aplikasi Talkwalker selama sepekan (11-17 September 2022). Hasilnya, percakapan warganet dan pemberitaan media massa terkait “Anies” menghasilkan 147.700 perbincangan dengan jumlah interaksi sebanyak 888.500 pengguna medsos. Jika dirata-rata, dalam sehari terdapat 21.100 percakapan yang menggunakan kata “Anies”.

Dilihat dari lini masa percakapan terkait “Anies”, volumenya konsisten dari hari ke hari yang dapat mengindikasikan setidaknya dua hal. Pertama, warganet dan media daring selalu mengunggah konten-konten terkait Anies secara berkala sehingga menjaga intensitas percakapan. Kedua, baik kubu pro, kontra, maupun netral terhadap sosok Anies, ketiganya membuat ekosistem percakapan di medsos terlihat terbentuk secara natural.

Dari pantauan sepekan, seperti dikutip dari Harian Kompas edisi Senin, 19 September 2022, dalam artikel Menanti Anies Diusung Parpol, termonitor ada tiga volume percakapan tertinggi. Ada beberapa puncak percakapan tertinggi di medsos yang dirangkum redaksi Broniesupdate.news. Pertama pada 11 September 2022 dimana PSSI menyebut Jakarta International Stadium (JIS) belum memenuhi standar internasional PSSI dengan berbagai pertimbangannya. Pernyataan PSSI itu langsung ditanggapi oleh para pendukung Anies di medsos, mereka menganggap pernyataan PSSI seolah-olah meragukan kinerja dari Anies Baswedan sebagai penggagas dari JIS dan apa pun kritik yang berkaitan dengan hasil kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta, akan dianggap sebagai “serangan” terhadap sosok Anies sebagai individu.

 

Puncak percakapan berikutnya terjadi pada 13 September 2022. Pada hari itu, DPRD DKI Jakarta mengumumkan pemberhentian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta. Menanggapi berita tersebut, para pendukung Anies menyampaikan apresiasi dan pujian melalui unggahan-unggahan di medsos. Di antaranya dengan menampilkan deretan prestasi yang telah diterima Anies selama menjabat.

Puncak percakapan ketiga terjadi pada 16 September 2022 Kali ini tingginya volume percakapan didorong oleh pernyataan Anies siap maju sebagai capres di Pilpres 2024. Di medsos, tanggapan kontra terhadap pernyataam ini tetap ada, tetapi kalah secara jumlah dan intensitas dibandingkan dukungan yang dilambungkan para pendukung Anies.

Berdasarkan data Litbang Kompas tersebut, para pendukung Anies di medsos makin jelas terlihat. Mulai dari isu Formula E, isu JIS, penggantian nama jalan hingga pencalonan Anies, para pendukung di medsos secara agresif dan konsisten menunjukkan kehadirannya di lini masa percakapan. Ekosistem ini secara tersirat menyuarakan bahwa tingginya militansi dari pendukung Anies di media social dan sekan memberitahukan bahwa mereka selalu siap bergerak membela Anies dan berusaha meredam kubu yang kontra dengannya.

Pendukung Anies di medsos perlu di perhitungkan oleh pihak manapun, karena narasi di medsos yang memojokan Anies secara tidak langsung akan membentuk persepsi publik dan tidak jarang membalikan keadaan dari yang terserang menjadi yang menyerang, seperti yang terjadi pada akun twitter Ferdinand Hutahean. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan