Peter F Gontha : Jangan Hanya Formula E, MotoGP Juga Harus di Perjelas Perhitungan Bisnisnya

 


Broniesupdate, Jakarta --- Pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh KPK untuk memberikan keterangan tentang dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E  menuai banyak tanggapan, salasatunya dari mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F. Gontha.

Lewat akun Twitter-nya @PeterGontha kemarin, pertama dia mengomentari alasan KPK memintai keterangan Gubernur Anies.

Dilansir dari KBA News, salah satu yang ingin digali KPK, seperti disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata adalah apakah gelaran balap mobil listrik yang digelar pada 4 Juni 2022 lalu itu mendapatkan keuntungan atau tidak.

“Kan sudah terlaksana, kami ingin tahu juga bagaimana pelaksanaannya apakah kemarin itu mendapatkan keuntungan atau tidak. Karena kalau tujuannya bisnis kan pasti pertimbangannya nanti mendapatkan keuntungan, banyak wisatawan yang datang menginap, menumbuhkan ekonomi. Itu yang perlu kami klarifikasi bagaimana penganggarannya,” tutur Alex.

Pengusaha nasional dan Tokoh pendiri RCTI dan SCTV ini setuju apabila KPK mengusutnya. Peter mengingatkan apabila KPK melihat sebuah perhelatan Internasional hanya dari sisi bisnisnya saja KPK juga harus rasional mengingat Pemerintah Indonesia juga pernah pendukung menyelenggarakan even berkelas Internasional yaitu Superbike dan MotoGP Mandalika pada Maret lalu.

“Betul sekali, perlu diperjelas, seperti halnya : MOTOGP – ASIAN GAMES – ASIAN PARA GAMES. Semua harus transparan uang rakyat! Maju Indonesia MERDEKA,” tulisnya, dikutip pagi ini, Kamis, 8 September 2022.

Perlu diketahui Ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit baru saja menelan biaya yang fantastis. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menggelontorkan dana sekitar Rp 2,5 Ttriliun untuk menyukseskan acara MotoGP itu.

Adapun, rincian dana sebesar Rp 2,5 triliun tersebut dialokasikan pemerintah kepada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) senilai Rp 1,3 triliun.

Lebih lanjut, dana APBN juga mengalir melalui anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) yang terlibat langsung dalam perhelatan Moto GP sebesar Rp 1,18 triliun.

Lalu, Insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Atas Jasa Kena Pajak Rp 240,73 miliar dan Insentif Bea Masuk dan Pajak Impor Rp 10,41 miliar.

Lantas bagaimana dengan Kondisi Sirkuit Mandalika saat ini. Menurut Analis Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah Sirkuit Mandalika sangat memunkinkan bisa terbengkalai karena infrastruktur di wilayah Sirkuit Mandalika masih lemah hingga jauh dari pusat kota dinilai membuat minat masyarakat ke sana minim.

Jadi pemerintah tetap harus dipikirkan acara selanjutnya agar bisa menarik minat masyarakat ke sana.

"Potensi terbengkalainya itu sangat tinggi menurut saya karena itu jauh dari kota-kota besarnya, kemudian keberadaannya ada di pulau yang dari Bali juga relatif jauh. Itu harus dibuat event-event yang menarik terkait street race," kata Trubus.

"Pengelola Mandalika harus proaktif, kalau tidak, terbengkalai jadinya buang-buang uang anggaran besar," tuturnya. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan