Pesan Anies Untuk Pemimpin Jakarta Selanjutnya, Dari RPD Sampai Transportasi
Broniesupdate, Jakarta --- Dalam acara Jakarta Investment Forum di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta (01/09/2022), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pemerintah DKI Jakarta telah menyusun Rencana Pembangunan Daerah (RPD) untuk tahun 2023-2026. Menurut Anies, siapapun kepala daerah Jakarta, baik itu Pejabat (Pj) Gubernur atau Gubernur selanjutnya, harus mengacu pada RPD tersebut, karena ini dinilai penting agar pembangunan Jakarta tidak tumpang tindih.
"Rencana Pembangunan Daerah sampai 2026, ini yang harus
diikuti oleh siapapun yang nanti menjalankan," kata Anies.
Dikutip dari situs bappeda.jakarta.go.id, RPD adalah dokumen
perencanaan pembangunan untuk daerah yang masa jabatan kepala daerahnya
berakhir pada 2022 atau 2023. Pembuatan dokumen ini mengacu pada Instruksi
Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2021 tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan
Pembangunan Daerah Bagi Daerah dengan Masa Jabatan Kepala Daerah Berakhir pada
Tahun 2022.
Anies mengatakan dalam RPD 2023-2026 ada empat isu prioritas,
yakni regenerasi kota yang berketahanan dan berkelanjutan,; perekonomian
inklusif yang berdaya saing, penghidupan layak, dan pemerataan kesejahteraan;
pembangunan manusia madani yang berkesetaraan; dan pelayanan masyarakat
berkualitas dan manajemen pemerintahan berintegritas.
Anies mengutarakan pemimpin Jakarta ke
depannya harus melaksanakan RPD 2023-2026 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam
Negeri.
"Jadi kita ini tidak bekerja
pakai selera, tapi dari rencana pembangunan daerah, dari situ diturunkan menjadi
rencana kerja tahunan," ujarnya Anies.
Dikesempatan yang sama Anies juga
menyinggung peningkatan pengguna transportasi publik di Ibu Kota yang meningkat
tajam dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya 350,000 orang perhari menjadi satu
juta orang perhari pada 2022.
"Saya beri contoh, pengguna transportasi publik per harinya dulu
itu sekitar 350.000 orang," kata Anies dalam kegiatan ". "Tapi,
(pada) 2022, (pengguna transportasi umum) mencapai 1 juta per hari,"
sambung dia.
Anies
mengatakan bahwa satu juta bukanlah target dari Pemprov DKI Jakarta, target
sebenarnya adalah empat juta orang pengguna transportasi publik perharinya, dan
apa yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI untuk persoalan transportasi sudah
berada di jalur yang benar dan ini penting untuk diteruskan oleh pemimpin
Jakarta selanjutnya.
"(Angka) 1 juta (pengguna transportasi umum) bukan akhir, target
kami 4 juta pengguna per hari. Tapi kami ini sedang di jalurnya (menuju) dan
ini perlu berlanjut," ujar nya.
Dikutip dari KOMPAS.com kunci utama dari peningkatan pengguna
transportasi adalah dari luas daerah yang di cakup oleh transportasi publik
dimana saat ini luas daerah cakupan tersebut sudah hampir 100% dari luas
cakupan tahun-tahun sebelumnya.
"Ini perlu diekspansi (jumlah wilayah terjangkau transportasi
publik). Dulu, wilayah yang terjangkau 42 persen, sekarang 82 persen yang sudah
terjangkau," tutur Anies. Red

Komentar
Posting Komentar