Menimbang Keberpihakan NasDem Kepada Anies



Broniesupdate, Jakarta --- Poros Koalisi Partai NASDEM, DEMOKRAT dan PKS untuk mengusung Anies Baswedan tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh jutaan pendukung Anies di seluruh pelosok Indonesia, bahkan sudah ada desakan simpul-simpul relawan pendukung Anies agar ketiga partai tersebut segera membentuk koalisi pengusung Anies untuk pilpres 2024.

 

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno kemungkinan besar koalisi antara Nasdem, PD dan PKS akan terbentuk karena didasari oleh tujuan politik yang sama yaitu untuk mengakhiri dominasi PDIP yang berkuasa selama 10 tahun, baik itu eksekutif dan legislatif dan titik temu ketiga partai ini bermuara pada sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 

“Kalau kami hitung-hitung suasana hatinya sama, ingin mengakhiri dominasi kekuatan politik PDIP yang selama dua periode ini sudah memenangkan pemilu, Pileg dan Pilpres secara beruntun,”. “Kemudian ada titik temu yaitu namanya Anies Baswedan,” kata Adi Prayitno di kutip dari Kompas TV, Jumat (24/6/2022).

 

Meski elektabilitas Anies masih di bawah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, namun tetap saja Anies dinilai sebagai satu-satunya sosok tempat bermuaranya banyak kepentingan politik. Adi berpendapat ada tiga hal yang menjadi dasar NasDem memunculkan nama Anies. Yang pertama yaitu karena kuatnya dukungan publik memang bermuara kepada dua nama capres tersebut.  

 

“Saya kira ada dua hal, yang pertama Nasdem ini memunculkan nama yang menjulang di survei, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Suka tidak suka, kalau kita bicara tentang selera publik tentu tidak bisa terlepas dari Ganjar dan Anies,” kata Adi Prayitno.

 

Yang kedua, kemungkinan besar NasDem ingin bermanufer menjadi induk poros koalisi yang dihinggapi oleh beberapa partai politik untuk melawan dominasi PDIP yang sudah berkuasa dua periode berturut-turut.

 

“Bahwa di 2024 Nasdem sangat mungkin bisa berpisah jalan, yang selama ini kita tahu, selama kurang lebih 10 tahun PDIP termasuk Istana bekerja sama. Artinya untuk 2024 pesan politik yang ingin disampaikan NasDem, bisa saja mereka bercerai dalam persoalan politik bersama” tuturnya.


Dengan pertimbangan selera publik dan kemungkinan untuk mengakhiri dominasi PDIP maka akan tidak mengherankan nama Anies Baswedan yang akan muncul sebagai nama tunggal capres yang diusung oleh NasDem

 

“Bagi saya ketika Nasdem me-nyounding nama Anies secara terbuka, itu secara declare bahwa di 2024 Nasdem akan jadi poros politik yang tentu pastinya sangat mungkin bisa berhadap-hadapan dengan siapapun nantinya yang terafiliasi dengan kepentingan politik pemerintah,” jelasnya.

 

Yang ketiga, Anies beberapa kali berani melawan terhadap kritik yang dilontarkan kabinet Presiden Joko Widodo terhadap pemerintahannya di DKI Jakarta, hal ini yang menjadi poin lebih terhadap sosok Anies dalam mengkritisi kepemimpinan rezim.

 

“Ketiga, Anies adalah orang yang selama ini kritis terhadap Jokowi,” ucapnya.

 

Tiga hal tersebut diatas, kata Adi Prayotno, yang menjadi magnet politk Nasdem ketika mengumumkan nama Anies Baswedan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di JCC Senayan, Jumat malam (17/6/2022), karena persamaan sudut pandang politik secara perlahan PKS kemudian Demokrat itu berduyun-duyun datang ke Surya Paloh. 

 

“Karena satu-satunya orang di luar koalisi nasional pemerintah ini yang dinilai punya potensi melawan dominasi dan hegemoni koalisional politik pemerintah saat ini. Makanya yang pertama kali merapat ke Nasdem adalah partai-partai non pemerintah,” pungkasnya. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan