Gas Pool Anies Saat Parpol merapat Sinergis
Oleh: Yusuf Blegur (Ketua Umum BroNies)
Sepertinya PKS, Demokrat
dan Nasdem, sedang memulai budaya baru politik keberadaban. Tidak
sekonyong-konyong mengejar materi dan kekuasaan ansih, ketiga parpol itu semakin menyadari bahwa
idealisme itu tidak harus mati dalam menghadapi realisme. Mengusung Anies sebagai capres dalam pilpres
2024, merupakan jawaban dari pertarungan antara kesadaran ideal spiritual
dengan kesadaran rasional materil bagi langkah politik masa depan PKS, Demokrat
dan Nasdem.
Belakangan bermunculan
fenomena partai politik yang mulai membangun hubungan dengan capres tertentu.
Sebagaimana kepada Anies, PKS, Demokrat dan Nasdem secara terbuka sudah
berinteraksi langsung dengan capres yang segera mengakhiri jabatan gubernur
Jakarta itu. Bukan hanya sekedar pertemuan silaturahmi, publik menilai Anies
kemungkinan besar digadang-gadang sebagai capres ketiga partai politik
tersebut. PKS dan Demokrat yang sejak awal di luar koalisi pemerintahan melihat
Anies sebagai figur pemimpin potensial dengan banyak prestasi dan keberhasilan.
Hal demikian selain tingginya populeritas
dan elektabilitas, yang membuat PKS dan Demokrat mulai ancang-ancang
mengusung Anies sebagai capresnya. PKS dan Demokrat sepertinya juga sedang
melakukan investasi politik pada figur Anies. Dengan menjadikan Anies sebagai
capresnya, PKS dan Demokrat juga berharap dukungan terhadap Anies akan
berdampak mendongkrak perolehan suara
partai.
Sementara Demokrat memang
bisa dianggap dilematis dalam menimbang figur Anies sebagai capres yang akan
menjadi pilihannya. Posisi Nasdem yang berada dalam koalisi pemerintahan tentu
saja akan menjadi pertimbangan yang perlu dipikirkan secara matang dan tentunya
memiliki resiko tersendiri. Keberadaan Nasdem dalam lingkar kekuasan seperti
mengharuskan Nasdem hanya akan memilih satu opsi. Tetap menjadi supporting
sistem yang selama ini telah dijalani dan mendukung capres yang bukan tidak
mungkin menjadi konsensus koalisi partai pendukung pemerintah. Atau melirik
Anies sebagai capresnya, meskipun konsekuensinya akan berseberangan dengan
capres yang berasal dari kekuatan partai politik yang didukung kekuasaan. Kalau
Nasdem mengusung Anies sebagai capresnya, konsekuensi paling awal dan linear
dengan itu, Nasdem harus keluar dari koalisi partai pemerintah, termasuk menarik diri para kadernya yang
menjadi pejabat eksekutif dan dari akses kepentingan lainnya.
Nasdem tentunya memiliki
rasionalitas sendiri dalam mengusung capresnya, terlebih terkait Anies yang
ikut mendirikan Nasdem semasa masih menjadi ormas, betapapun konsekuensi yang
dihadapi dari pilihan politiknya.
Secara ideologis dan
politis, baik PKS, Demokrat maupun Nasdem relatif tidak memiliki hambatan dan
ganjalan berarti. Ketiga parpol itu memiliki kesamaan platform kebangsaan
dengan figur Anies yang nasionalis
religius dan religius nasionalis. Dengan bonus pelbagai prestasi dan
penghargaan yang dimiliki Anies serta yang paling penting taget substansi
dukungan mayoritas suara umat Islam terhadap Anies. Tingkat pengenalan, tingkat
disukai dan tingkat dipilih rakyat, sulit membuat PKS, Demokrat dan Nasdem
berpaling dari figur Anies dalam menghadapi pilpres 2024. Apapun pertimbangan
dan motivasinya dalam menentukan capresnya, ketiga partai yang sedang
ditunggu-tunggu Anies, para relawan pendukungnya serta sebagian besar rakyat
Indonesia khususnya umat Islam . Bagi PKS, Demokrat dan Nasdem, eksistensi dan
keberlangsungan partai politik di masa mendatang menjadi lebih urghens dan
menjadi prioritas dengan mengusung capres yang cepat, akurat dan tepat. Capres
yang ajan membesarkan partai politik dan dicintai rakyat karena memiliki
karakter unggul berupa jujur, adil, cerdas dan santun. Figur Anies yang
berahlak dan beradab itu sepertinya memenuhi kriteria capres ideal
bagi seluruh rakyat indonesia pada umumnya dan PKS, Demokrat dan Nasdem
khususnya.
Sambil menunggu
musyawarah nasional dan deklarasi capres PKS, Demokrat dan Nasdem. Rasa-rasanya
tak ada capres yang jauh lebih baik dari Anies, jika dilihat dari beberapa capres yang berseliweran selama ini.
Terutama capres yang
bermodal pencitraan dipenuhi skandal korupsi, asusila dan erat menjadi irisan oligarki dan rezim
kekuasaan yang semakin hari semakin kental menjadi musuh publik. Ayo tunggu
apalagi, gaspoll Anies saat parpol merapat sinergis.
Catatan pinggiran labirin kritis dan relung kesadaran perlawanan.
Bekasi
Kota Patriot.
22
Maret 2022/25 Shafar 1444 H.
Yusuf
Blegur

Komentar
Posting Komentar