BBM Antarkan Jokowi Turun
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Kebangsaan)
Satu
opsi upaya agar harga BBM turun bahkan lebih rendah dari sebelum dinaikkan oleh
Jokowi adalah Jokowi turun. Turunnya Jokowi dari jabatan Presiden akan diikuti
oleh turunnya harga BBM dan juga harga-harga barang yang sudah terlanjur naik
akibat ulah rezim. Jokowi tidak pernah memberi kegembiraan kepada rakyat.
Kepemimpinannya penuh kegaduhan dan penekanan pada kenyamanan hidup rakyat.
Boro-boro meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Jokowi gagal dan tidak
mampu mengemban amanah. Menaikkan harga BBM adalah wujud dari ketidakbecusan.
Kalaupun dengan desakan rakyat terpaksa Pemerintah menurunkan harga BBM maka
itupun tidak menyelesaikan masalah bangsa. Pembenahan harus dimulai dengan
turunnya Jokowi. Ia harus lengser keprabon baik dengan kesadaran sendiri atau
melalui mekanisme pelengseran.
Menaikkan harga BBM
hanya bagian dari cara kerja yang tidak profesional, tutup lobang gali lobang
serta kriminal. BBM menjadi alat main-mainan untuk menggendutkan oligarki,
memeras rakyat, dan tindakan makar seorang Presiden. Menginjak-injak Konstitusi
dan tidak peduli pada aspirasi rakyat dalam kehidupan berdemokrasi.
Turunnya Jokowi adalah
kebahagiaan rakyat Indonesia. Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai paket pasangan
hendaknya turun pula. Ia tidak memiliki kemampuan untuk memimpin negara. Kini
posisi dan perannya hanya sebagai asesori semata yang tidak memberi makna
signifikan bagi jalannya pemerintahan.
Perlu kepemimpinan
segar yang mampu mendorong partisipasi seluruh rakyat untuk membangun bersama
bangsa dan negara. Tidak ada figur di kabinet Jokowi saat ini yang pantas dan
“qualified” untuk mengemban amanah perubahan tersebut. Presiden dan Kabinet
memang buruk.
Kepemimpinan segar yang
menggantikan tentu dapat berbasis konvensi ketatanegaraan. Memberi mashlahat
dalam peran transisional menuju pemulihan asas kedaulatan rakyat. Mengoreksi
pola pemerintahan Jokowi yang telah melakukan pembusukan politik (political
decaying). Merusak tatanan demokrasi.
Betul untuk memulihkan
negeri ini perlu langkah yang bertahap. Namun tahapan awal dan terpenting
adalah turunnya Jokowi dari jabatan Presiden. Sepanjang ia tetap memerintah,
maka sulit untuk melakukan pembenahan. Termasuk soal harga BBM. Jika Jokowi
terpaksa menurunkan kembali harga BBM maka itu tidak akan memperbaiki keadaan.
Masih terlalu banyak masalah lainnya yang menjadi beban rakyat.
Sebaliknya jika Jokowi
yang turun dari jabatan, maka harga BBM akan ikut turun. Pemerintahan baru
berkesempatan untuk mulai menata agenda kebangsaan dan kenegaraan dengan
dukungan maksimal rakyat.
Dengan harga BBM turun
maka diprediksi harga-harga akan turun pula. Lalu penegakkan hukum dilakukan
secara konsisten dengan memberantas berbagai mafia yang tumbuh, berkembang dan
menjadi warna buram dari Pemerintahan Jokowi.
Tak ada pilihan lain
untuk agenda mendesak selain Jokowi turun atau diturunkan. Harga BBM naik
adalah bukti bahwa Jokowi telah gagal dan tidak mampu lagi untuk mengemban amanah.
BBM antarkan Jokowi turun.
Bandung,
11 September 2022

Komentar
Posting Komentar