Anies Hadiri Grand Launching Buku ‘Jangan Remehkan Kata-Kata’ di Islamic Book Fair Senayan
Broniesupdate, Jakarta --- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang dalam peluncuran buku karya Muhammad Husnil dan Muhammad Chozin yang berjudul “Jangan Remehkan Kata-Kata” di Jakarta Convention Center (JCC) Hall A, Senayan, Jakarta Pusat, Peluncuran buku ini berbarengan dengan acara Islamic Book Fair ke-20.
Acara ini dibawakan oleh
putri dari Ikang Fauzi dan Marisa Haque Chiki Fauzi. Gubernur Anies datang
pukul 15.45 WIB dengan menggunakan pakaian kemeja berwarna biru kotak-kotak
dengan celana jeans berwarna biru.
Saat Anies tiba langsung
dia langsung di kerumuni masyarakat yang hadir diacara Islamic Book Fair 2022,
ada juga yang berswafoto dan bersalaman. “Assalamualaikum Pak Anies,
selamat datang di Islamic Book Fair,” ucap Chiki menyambut kedatangan Anies di
acara grand launching tersebut.
Buku yang
berjudul “jangan remehkan kata-kata” merupakan buku yang berisi kutipan
kata-kata Anies dari ratusan menit rekaman wawancara yang kemudian dirangkum
menjadi satu buku.
"Kami lantas memilahnya dari ratusan jam
wawancara beliau, baik audio, visual, maupun teks," ujar Husnil di JCC
Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2022).
Husnil menyebut pihaknya merangkum sejumlah kata
yang pernah diucapkan Anies dari rentang 2016 hingga 2017. Dirinya sengaja
mengutip kata-kata Anies untuk dijadikan sebuah buku karena dirasa bisa
menggerakkan banyak orang.
"Kami pilah satu-satu dan kami temakan dengan
yang benar-benar menggerakkan," kata Husnil.
Anies menjelaskan bahwa hampir semua ungkapan yang
dimuat dalam buku tersebut merupakan hal yang bersifat spontan. Dirinya pun
lalu terkenang pesan kakeknya, Abdurrahman Baswedan.
"Ungkapan spontanitas yang muncul dari
percakapan. Itu nggak muncul dalam renungan. Apa yang terungkap bukanlah
sesuatu yang dirancang untuk menjadi sebuah pesan," jelas Anies.
"Kakek saya pernah memberikan nasihat. Saya
sedang duduk di teras depan rumah, lalu beliau memberikan pesan 'jangan duduk
diam, kalau duduk harus baca'," sambungnya.
Anies menyebut kakeknya adalah seorang pembaca dan
penulis. Dia berpesan kebiasaan membaca harus semakin digencarkan di tengah
derasnya arus informasi.
"Beliau adalah pembaca dan penulis. Dengan
adanya informasi yang membeludak. Kita cenderung untuk membaca cepat, membaca
ringkas. Itu tidak masalah sebenarnya, membaca cepat, membaca ringkas, tapi
reflektifnya, imajinatifnya jangan hilang," paparnya.
Dalam
kesempatan yang sama, Anies juga menyampaikan tentang polafikir generasi muda
yang berbeda dan inspiratif, dimana pemikiran itu tidak mungkin dimiliki oleh
generasi yang lebih tua, dalam konteks ini beliau menyinggung fenomena
spontanitas yang berujung viral yaitu SCBD.
“Untuk kita
generasi yang lebih tua zebra cross hanya sebatas tempat untuk menyebrang
tetapi untuk mereka yang muda ternyata zebra cross bisa menjadi catwalk fashion
show”. Tuturnya.
Medengar
ucapan ini para pengunjug yang memadati area peluncuran buku sontak tertawa dan
bertepuk tangan.
Tidak lupa
Anies menyelipkan pesan untuk generasi muda agar selalu berfikir untuk masa
depan dan jangan takut untuk menghadapinya.
“Kalau
kalian ditanya pengalaman dan kalian tidak punya pengalaman jangan takut,
karena kalian generasi muda berfikir dan berkarya untuk masa depan” Pungkas
Anies.

Komentar
Posting Komentar