YES… Jakarta Keluar Dari 10 Kota Besar Termacet di Dunia

 


Broniesudate, Jakarta --- Jeripayah Pemkot DKI Jakarta dalam menata transportasi dalam kota membuahkan hasil dan sudah terbukti DKI Jakarta keluar dari 10 kota besar termacet di Dunia.

Tom Tom Traffic Index memberikan piagam kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Penghargaan diberikan karena Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia.

Tom Tom Traffic Index merupakan perusahaan teknologi yang merekam kepadatan mobilitas setiap kota di berbagai negara. Perlu diketahui lebih dulu, berdasarkan parameter TomTom Traffic Index, lalu lintas disebut padat saat persentase arus lalu lintas melebihi 34 persen. Sebagai ilustrasi, perjalanan 30 menit dalam kondisi arus bebas, akan memakan waktu 10 menit lebih lama saat tingkat kemacetan 34 persen.

Dalam evaluasi Tom Tom Traffic Dalam hal ini Dinas Perhubungan mampu membawa Jakarta mendapatkan pengakuan dunia internasional, di mana bisa keluar dari 10 besar, bahkan menduduki posisi ke 46 untuk tingkat lalu lintas yang padat di dunia pada tahun 2021.

Di balai kota Anies menyampaikan prestasi ini tidak lepas dari kolaborasi jajaran DISHUB DKI Jakarta tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

"Sebuah prestasi yang hanya mungkin tercapai berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terima kasih!" sambungnya.

Dikesempatan yang sama Anies juga menyampaikan bahwa PT Jaklingko Indonesia juga meraih sebuah piagam penghargaan, Transport Ticketing Award untuk kategori Best Smart Ticketing Programme (200k+ Daily Journeys).

"Jaklingko mampu melahirkan inovasi yang bisa menciptakan efisiensi sistem ticketing dalam mengintegrasikan moda transportasi di Jakarta," ujarnya.

Kedua penghargaan ini diserahkan oleh Direktur Utama Jaklingko Muhammad Kamaluddin dan Kepala Dinas  Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Keduanya menyerahkan penghargaan yang diraih DKI Jakarta di bidang transportasi dan lalu lintas.
"Alhamdulillah atas nama Pemprov DKI Jakarta, kami baru saja menerima beberapa piagam yang menggambarkan hasil dari kinerja kolektif seluruh pihak di bidang transportasi serta lalu lintas," kata Anies Baswedan melalui Instagram pribadinya.

Pertemuan mereka juga membahas keberlangsungan sistem transportasi yang terintegrasi di Jakarta serta situasi lalu lintas yang memasuki masa pasca-pandemi setelah 2 tahun berlangsung.

Anies menyadari sejumlah program di bidang transportasi masih banyak permasalahan dan perlu diselesaikan secepatnya, makadari itu Anies berharap dia pihaknya dapat meningkatkan kinerja bersama. Dia juga optimistis Jakarta mampu menjadi kawasan rendah emisi pada 2030 mendatang.

"Kita berharap ke depannya mampu meningkatkan kinerja bersama, dan dengan semangat kolaborasi ini semoga cita-cita kita menjadikan Jakarta menjadi kawasan rendah emisi pada 2030 tercapai," pungkasnya. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan