Laporan BPS Angka Kemiskinan Jakarta Meningkat. PDIP Mengkritik, PKS Membela
Broniesupdate, Jakarta --- Berdasarkan data BPS DKI Jakarta jumlah penduduk miskin di Ibu Kota bertambah menjadi 502,04 ribu orang, hal ini mendatangkan kritik dari wakil ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Pandapotan Sinaga, dia mengatakan bahwa ucapan Anies berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan.
"Di sini lah bahwa Anies selalu mengatakan
menaikkan pendapatan atau menaikkan kesejahteraan hidup di Jakarta, tapi fakta
di lapangan seperti ini hasil BPS-nya. Jadi pengucapan dengan fakta lapangan
berbeda," katanya.
Dia menilai komitmen Anies hanya menjadi wacana saja
dalam usaha menurunkan angka kemiskinan. Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta akan
mencecar anak buah Anies soal bertambahnya warga miskin di Jakarta.
"Artinya memang dalam kepemimpinan Anies ini
untuk menyejahterakan dan menurunkan tingkat kemiskinan rakyat Jakarta hanya
omongan saja, fakta lapangannya nggak ada. Itu yang perlu disikapi dan nanti
kita pertanyakan kepada SKPD terkait," ujarnya.
Peningkatan Jumlah Angka Kemiskinan DKI Jakarta
Diberitakan sebelumnya, BPS DKI Jakarta mengungkap
jumlah penduduk miskin di Ibu Kota bertambah 3.750 atau sekitar 4,69 persen
dari total jumlah penduduk Jakarta. Dengan kenaikan itu, warga miskin di
Jakarta total ada 502,04 ribu orang.
Dikutip dari Antara. Data kenaikan warga miskin Jakarta
berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2022.
Salah satu penyebab utama kenaikan angka kemiskinan di Jakarta adalah pandemi
Corona.
Kepala BPS DKI Anggoro Dwitjahyono mengatakan turunnya
daya beli warga juga dipicu adanya tingginya inflasi di periode September 2021
hingga Maret 2022. Kenaikan inflasi disebut mencapai 1,78 persen. Kenaikan juga
terjadi pada kelompok makanan di mana harga naik 3,51 persen.
PKS Buka Data BPS Awal 2022
PKS DKI Jakarta membela Gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan yang dikritik lantaran jumlah penduduk miskin di Ibu Kota bertambah
menjadi 502,04 ribu orang berdasarkan data BPS DKI Jakarta. PKS justru
menunjukkan sisi hasil kerja Anies yang lain.
"Dari data yang kami pelajari di Jakarta Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta justru menurun yaitu dari 8,52% di bulan
Februari 2021 menjadi 8,00% di bulan Februari 2022. Adapun angka kemiskinan di
Jakarta bulan September 2021 adalah 4,67% yang artinya turun 0,05% dari 4,72%
di bulan Maret 2021," kata Sekretaris I Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M
Taufik Zoelkifli
"Dan tingkat kemiskinan Jakarta yang 4,67% itu
adalah termasuk nomor 3 terendah di Indonesia. Bahkan IPM (Indeks Pembangunan
Manusia) di Jakarta adalah yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di
Indonesia. Data-data tersebut adalah data resmi BPS Januari 2022,"
imbuhnya.
Taufik Zoelkifli menilai hasil kerja pemerintah DKI Jakarta sudah cukup
baik terutama penanganan pada saat pandemic dan pemulihan ekonomi setelahnya.
"Yang perlu dimonitor adalah kerja dari
pemerintah, terutama ketika pandemi COVID terjadi. Saya menilai pekerjaan
pemerintah sudah cukup baik untuk menahan laju peningkatan pengangguran atau
kemiskinan," ujarnya.
Banyak sekali yang sudah dilakukan pemprov DKI dengan pemerintah pusat dalam
pemulihan ekonomi warga DKI Jakarta pasca pandemic covid 19. dan upaya-upaya
itu terbukti membuahkan hasil yang cukup baik.
"Pemda DKI bersama pempus juga menggelontorkan bansos dalam bentuk
natura, memberikan insentif untuk UMKM, membebaskan biaya rumah susun sewa
(rusunawa). Hal-hal tersebut ternyata mampu meredam penurunan daya beli
masyarakat sehingga mengurangi risiko masyarakat menjadi penduduk miskin,
seperti yang tergambar dalam data-data BPS Januari 2022 tersebut," ucap
Taufik.
"Jadi data dan fakta yang kami dapat di
lapangan menunjukkan bahwa Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya sudah banyak
bekerja untuk mensejahterakan warga DKI Jakarta. Terlebih lagi di masa-masa pandemi
COVID," pungkasnya.Red

Komentar
Posting Komentar