Dari Warga untuk Warga, Kampung Gembira Gembrong di Bangun Anies dari Infak Salat Ied di JIS


Broniesupdate, Jakarta
--- Ada pribahasa lama yang mengatakan, “jalan kebajikan hanya dapat dilalui oleh orang yang memiliki kebajikan”. Nampaknya tidak berlebihan jika pribahasa ini disandangkan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kemarin dilangsungkan peletakan batu pertama revitalisasi Kampung Gembira Gembrong di Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu Anies menyebut revitalisasi itu menelan biaya Rp 7,8 miliar yang dikumpulkan Baznas Bazis DKI Jakarta, terutama saat pengumpulan infak dan sedekah saat berlangsungnya salat Idul Fitri di JIS awal Mei lalu.


Dalam acara peresmian itu Anies menceritakan kembali apa saja yang sudah dilakukan Pemprov untuk membantu warga korban kebakaran di Gembrong dimana menurutnya yang terpenting adalah membangun kembali hunian warga korban kebakaran seperti sedia kala.

"Sekitar akhir April lalu, kawasan Kampung Gembrong terbakar. Setelah ini kemudian kita menyiapkan bantuan pertama adalah untuk bisa kelangsungan hidup dan tempat tinggal sementara. Berbagai support lainnya, mulai administratif sampai tentang kebutuhan dasar. Tapi yang paling penting dari itu semua adalah pembangunan kembali tempat ini. Karena hari ini kita melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan ulang. Kampung Gembrong ini rencananya dinamai Kampung Gembira Gembrong. Ada 136 unit yang nanti akan dibangun di atas lahan 1.200 meter persegi, yang menelan biaya Rp 7,8 miliar," ujar Anies dalam rilis Pemprov DKI, Jumat (1/7/2022).

Anies berharap pembangunan Kampung Gembira Gembrong ini diawasi. Dia mengapresiasi Pemkot Jaktim yang menyiapkan dukungan sehingga proses pembangunan bisa dimulai.

Mengusung konsep water front atau menghadap kesungai yang ada di kota-kota maju, sehingga Kampung Gembira Gembrong dapat dijadikan contoh kampong bangunan baru di lokasi-lokasi yang lain. Revitalisasi Kampung Gembira Gembrong ini ditargetkan rampung pada September 2022.

"Harapannya, konsep yang dibangun di sini adalah konsep menghadap sungai, sungainya jangan di belakangi, sungainya harus dijadikan sebagai halaman depan. Dan dengan begitu nantinya kampung ini bisa menjadi salah satu contoh kampung dibangun baru, kalau di Inggris namanya water front, kelihatan menghadap air, airnya air sungai," jelas Anies.

Dalam kesempatan yang sama Anies turut menyampaikan pesan agar pengerjaan semua unit rumah di kampung gembira dilakukan dengan sepenuh hati agar menjadi hunian yang berkualitas.

"Jadi kepada semua yang nanti akan bekerja, saya sampaikan terima kasih sebelumnya. Kerjakan tempat ini, seakan sedang membangun rumah untuk diri sendiri, seakan sedang membangun rumah untuk keluarga sendiri, kerjakan dengan sepenuh hati. Dan mereka adalah warga di sini, rakyat kebanyakan, tetapi mereka adalah rakyat yang berhak mendapatkan tempat rumah berkualitas yang amat baik," lanjutnya.

Diketahui pasar gembrong dan pemukimannya terbakar pada 24 April 2022 malam yang menghanguskan 400 bangunan rumah dan pertokoan di RT. 2,3,4,5 dan 6 di RW 01 seluas 1200 meter persegi.

Akibat kebakaran itu, 450 keluarga dengan 1000 jiwa pun kehilangan tempat tinggal. Dikethui bahwa kebakaran besar itu melahap 5 RT di daerah tersebut. Red


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan