Buku “Anies Baswedan: Gagasan, Narasi, Karya” dan Sosok Pemimpin yang Otentik

 


Broniesupdate, Jakarta --- Siapa yang tidak kenal dengan Abdurrahman Syehbubakar, seorang penulis dan kolumnis yang tulisannya banyak kita jumpai di media cetak dan media online.  Belum lama ini dia bersama Smith Alhadar meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Anies Baswedan: Gagasan, Narasi, Karya”. Dalam buku ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan banyak pujian.

Abdurrahman menjelaskan buku yang ditulisnya merupakan usaha untuk melakukan sharing wawasan, sebagai bagian dari pendidikan politik di Indonesia.

“Apa yang akan kami sampaikan secara singkat adalah pokok pikiran yang tertuang secara eksplisit maupun implisit di dalam buku ini,” ujar dia di rumah Kita, Menteng, Jakarta Pusat, 2022.

Dikesempatan itu Abdurrahman mengatakan ada empat tipe pemimpin jika melihat kondisi politik di Indonesia. Pertama, pemimpin otentik. Tipe ini merupakan pemimpin yang visioner, gagasannya besar, dan mampu menerjemahkan gagasan itu ke dalam kebijakan dan berani untuk mengambil keputusan asalkan itu baik untuk kepentingan rakyat.

“Yang paling penting, tipe pemimpin ini memiliki keberanian politik untuk berhadapan dengan anasir-anasir jahat dalam ekonomi politik kita,” sambungnya.

Kedua, Abdurrahman melanjutkan, pemimpn dengan visi besar, tapi sebatas retorika dan mimpi. Tipe pemimpin ini tidak mampu menerjemahkan visinya ke dalam kebijakan.

Ketiga, pemimpin yang cakap pada tataran operasional dan program, tapi tidak memiliki gagasan besar.

Tipe keempat, yang paling celaka adalah pemimpin yang disebut ignorant leader, tidak memiliki gagasan dan eksekusinya amburadul, dan menjadi bagian dari episentrum oligarki serta korupsi.  

“Itu boleh dikatakan sebagai pemimpin plastik,” kata dia.

Dalam buku itu, dia mengatakan bahwa  Anies Baswedan, mulai dari gagasan, narasi, dan karya, serta berdasarkan kualitas personalnya, boleh dikatakan sebagai pemimpin otentik. “Kami meyakini berdasarkan kriteria objektif yang kami gunakan, parameter rasional, Mas Anies ini boleh dikatakan dekat dengan kriteria pemimpin otentik kalau tidak mau dikatakan pemimpin otentik,” tutur dia.

Abdurahman juga menyinggung janji-janji politik Anies yang sudah terpenuhi, menurutnya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki 23 janji politik saat menjabat sebagai Gubernur DKI. Dia menilai bahwa semua janjinya sudah dipenuhi yang tidak asal dipenuhi. Bahkan pemenuhan janji politik seorang Anies Baswedan jauh melebihi ekspektasi.

“Tidak asal dipenuhi, jauh melebihi ekspektasi proyeksi kita, jauh melampaui apa yang kita harapkan, apa yang kita idealkan ketika beliau menenanghkan pertarungan politik elektoral di DKI,” ujar dia.

Ada keunikan dari program-program yang dijalankan Anies, yaitu seperti melibatkan banyak stakeholder bukan hanya di pemerintah, tapi juga non pemerintah. Jadi, kata Abdurrahman, ada gerakan kolaborasi antara pemerintah kota DKI Jakarta dan sector swasta yang jumlahnya kurang lenih 100 kolaborator yang menangani berbagai urusan mulai dari pendidikan, kesehatan, UMKM, persampahan, permukiman, dan sebagainya.

“Sudah ada lebih dari 100 kolaborator dan yang diberikan manfaat melalui program ini sudah ratusan ribu keluarga, baik itu masyarakat miskin maupun yang rentan miskin,” tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama Abdurrahman juga mengatakan bahwa kebijakan yang dipilih Anies Baswedan selalu berbasis ilmu pengetahun, termasuk dalam penanganan Covid-19. Kemudian soal pembangunan manusia, ini dijadikan panglima, dan juga sangat komitmen terhadap demokrasi dan pemberantasan korupsi. 

Tidak lupa dia mengangkat tentang bagaimana perlakuan Buzzer – Buzzer yang belakangan ini gencar menyerang Anies yang ditanggapinya dengan santai.

“Santai kalau di kritik, buzzer-buzzer ini kan banyak yang menyerang beliau tapi santai saja. Malah yang gemes itu para pendukungnya. Nah jaringan dan informasi internasional juga luar biasa,” kata Abdurrahman.Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan