Anies Dikritik Masalah Banjir, PKS Tak Tinggal Diam
Broniesupdate, Jakarta --- Hujan deras yang menghujani DKI Jakarta pada Jumat malam sampai sabtu pagi, tak khayal membuat beberapa wilayah DKI Jakarta terendam banjir terpantau di beberapa wilayah seperti pondok pinang, kebayoran lama, bintaro rawabuaya dll.
Akibat dari banjir ini ketua fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong
Warsono mengkritik keras Anies Baswedan soal banjir yang terjadi di Ibu Kota
belakangan ini. Gembong menyebut Anies hanya terlihat hebat di pernyataan tapi
lemah di pelaksanaan.
"Kami melihat yang dilakukan oleh Pak
Gubernur ini gagah di kata-kata, lemah dipelaksana," jelas Gembong pada
Senin (18/7/2022).
Menurut Gembong, banjir yang kembali terjadi di
Jakarta mengindikasikan Anies tidak fokus dalam melaksanakan program
penanggulangan banjir.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengkritik keras
Gubernur Anies Baswedan yang disebut tak fokus menangani banjir, tetapi
kritikan itu mendapat pembelaan dari Fraksi PKS.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Suhaimi menjelaskan bahwa penilaian
terhadap banjir harus didasarkan pada data dari tahun-tahun sebelumnya.
"Penilaian terhadap penanganan banjir di DKI harus lah penilaian
yang terukur, berdasarkan data dan dinilai dari tahun ke tahun berikutnya bukan
sekelebatan kemudian langsung diambil kesimpulan," jelasnya.
Menurutnya, sebelum PDIP menyimpulkan Anies tak
fokus menangani banjir, lebih baik diskusi ilmiah dulu dengan para ahli. Hal
ini, terang Suhaimi, agar informasi yang diterima oleh publik bisa diterima
dengan baik.
"Itu kalau penilaian ilmiah berdasarkan fakta
tapi kalau like n dislike ya tentu
berbeda," jelas Suhaimi.
Suhaimi menambahkan bahwa banjir yang terjadi
adalah tanggung jawab semua warga Jakarta. Warga Jakarta dengan dukungan
pemerintah bersama-sama membuat Jakarta menjadi lebih baik.
"Jakarta milik kita semua, jadi siapapun
boleh mengusulkan, memberikan ide, mengkritik pemimpin tertinggi di DKI untuk
menjadikan ibu kota, lebih baik, lebih nyaman lebih kondusif bagi warga dan
siapapun yang berada di ibu kota," jelasnya. Red

Komentar
Posting Komentar