Strategi Inklusif Anies lewat Penamaan Jalan di Jakarta

 


BroniesupdateJakarta – Kemarin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan beberapa jalan dan zona yang dinamakan dengan nama-nama tokoh Betawi. Menurut Anies, nama-nama tokoh yang disematkan adalah orang-orang asli Jakarta yang berjasa di masa lalu dan telah berdampak di perjalanan kehidupan Kota Jakarta dan Indonesia.

Alasan Gubernur Anies menyematkan mereka sebagai pahlawan nasional karena mereka para tokoh Betawi itu adalah pribadi-pribadi yang dikenang dan akan selalu diingat karena hidupnya, hartanya dihibahkan untuk kemajuan Jakarta dan Indonesia. Ada nama-nama yang sudah menjadi pahlawan nasional, tapi ada begitu banyak juga nama-nama berjasa yang belum dicatat sebagai pahlawan Nasional

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini ingin menciptakan pemimpin yang nasionalis dan inklusif. Inklusif itu sendiri berarti pemimpin yang terbuka terhadap kelompok masyarakat untuk toleransi dan menghargai budaya.

"Anies ingin menciptakan kesan sebagai pemimpin yang nasionalis dan inklusif," ujar Adi lewat keterangan tertulis pada Selasa sore, 21 Juni 2022.

Menurut Adi, sepertinya Positioning ini yang dilakukan Anies untuk mengamputasi tudingan liar selama ini, bahwa Anies hanya dekat dengan kelompok Islam kanan islamis ekslusif. 

Tidak ada yang salah tentunya jika Anies juga ingin menampilkan dirinya sebagai pemimpin yang menghargai budaya Betawi sebagai budaya lokal warga Jakarta. Tentunya ini akan disambut baik oleh masyarakat Jakarta ataupun di luar Jakarta.

Adi menambahkan kalau Anies sudah mempersiapkan portofolio dirinya untuk maju pilpres 2024.

"Tentu sebagai bekal Anies ke depan untuk maju pilpres 2024," tambahnya.

"Anies memainkan strategi double track, disatu sisi ingin terlihat sebagai sosok yang menghormati budaya lokal dan pada saat bersamaan ingin tonjolkan diri sebagai figur yang inklusif," tutur Adi.

Apabila dikatakan Anies bersifat inklusif terhadap budaya betawi tentunya bukan baru-baru ini saja, pada tahun 2021 tepatnya pada 4 November 2021 Anies menerima gelar pemuka utama budaya betawi dari badan musyawarah (bamus) betawi.  

Mantan Menteri dan Kebudayaan itu mengatakan di Perkampungan Budaya Betawi, sudah ada nama MH Thamrin, Abdurahman Saleh, Ismail Marzuki, dan H Noer Ali. Namun, yang berperan di dalam masyrakat lebih dari itu, bahkan ada ulama Betawi seperti HM Saleh Ishak, Sheikh Juned Al Batawi, Ahmad Suhaimi, H Darip, Entong Gendut, dan Kyai Mursalim. “Serta Guru Makmun, Habib Ali bin Ahmad, dan KH Usman Perak, ini adalah contoh ulama-ulama,” kata Anies.

Berikut jalan dengan nama Tokoh Betawi:

1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
4. Jalan H. Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
7. Jalan H. Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
8.Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).
13. Jalan H. Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).
15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).
16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).
19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).
20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).
21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).

Berikut zona dan gedung dengan nama Tokoh Betawi:

1. Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A)
2. Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)
3. Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)
4. Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)
5. Gedung Kisam Dji'un (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Timur).
6. Gedung H. Sa'aba Amsir (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Selatan)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan