PKS Sinyalir Upaya Pojokkan Anies soal Heboh Bendera HTI
Broniesupdate, Jakarta --- Deklarasi kelompok pendukung Anies yang mengatasnamakan diri mereka “Majelis Sang Presiden Kami” di Jakarta mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai Capres. Deklarasi ini sempat diwarnai cekcok karena ada yang mengibarkan bendera 'HTI'. Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Ahmad Yani, menduga ada yang menunggangi deklarasi Majelis Sang Presiden Kami” tersebut dengan tujuan membuat citra buruk dari Anies Baswedan.
"Ya kalau memang tadi ada organisasi yang
memang mungkin tadi diungkapkan HTI ya kalau HTI ini dianggap sekarang ini oleh
pemerintah, kan kemarin dilarang ya, ini kan berarti kalau ada organisasi
terlarang ini kan berarti bisa membuat penilaian yang kurang baik jadinya
terhadap calon," kata Ahmad Yani kepada wartawan, Rabu (8/6/2022).
"Padahal
warga masyarakat bisa jadi yang memberikan dukungan sudah bisa baik ya kan.
Bisa jadi ada pihak-pihak yang menunggangi, pakai atas nama bendera apa-bendera
apa saya kira seperti itu," lanjutnya.
Menurut Ahmad Yani, ada yang berupaya memojokkan
Anies dengan cara memasang bendera 'HTI' dalam deklarasi tersebut. Dia
mengatakan masyarakat memiliki persepsi tersendiri terhadap sosok Anies.
"Kalau misalkan ada organisasi terlarang ya
kan, itu berarti kan ada orang berupaya memojokkan dari calon yang didukung kan
kira-kira seperti itu. Makanya tinggal kita melihat lagi pada warga
masyarakatnya," ujarnya.
Bendera HTI Dipasang bersebelahan dengan bendera merah putih
Di lokasi, Rabu (8/6), sempat terpajang empat
bendera berkalimat tauhid hitam dan putih di panggung acara. Bendera tersebut
dipasang peserta dengan disandingkan bersama bendera Merah Putih.
Bendera tersebut terpajang dari sebelum acara
dimulai. Namun, sebelum acara dimulai sempat ada ketegangan karena panitia
meminta agar bendera berkalimat tauhid yang dipasang peserta itu diturunkan.
Panitia yang meminta bendera tersebut diturunkan
menyebut bendera tauhid hitam putih itu sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia
(HTI). Diketahui, HTI sebagai ormas sudah resmi dilarang di Indonesia.
Sebelum acara dimulai, sempat ada ketegangan
antarpanitia dan peserta. Mereka saling berteriak satu sama lain.
Dia mengatakan pemasangan bendera tersebut akan
mencoreng Anies Baswedan. Selain itu, pemasangan bendera itu ditakutkan akan
membuat persepsi yang keliru.
Ketua Umum
Jaringan Nasional Mileanies Pusat, Muhammad Ramli Rahim mengatakan kelompok
yang melakukan deklarasi hari ini itu merupakan kelompok baru bagi relawan
Anies.
"Secara umum kelompok ini kelompok baru bagi
relawan Anies Baswedan. Kami di relawan yang sekarang jumlahnya hampir 100
kelompok relawan belum mengenal mereka yang deklarasi ini," kata Ramli.
Menurutnya Anies tak punya kewenangan apapun
melarang atau memaksa suatu kelompok untuk melakukan deklarasi dukungan
terhadap dirinya.
Di sisi lain, ia mengatakan deklarasi dukung Anies yang digelar oleh “Majelis Sang Presiden Kami” agak aneh karena relawan Anies jarang menggelar acara mewah.
"Kami mayoritas membuat kegiatan yang
sederhana karena memang tak ada yang mendanai kami," katanya.
Deklarasi yang dihadiri sekitar 250 orang di Hotel
Bidakara, Jakarta Selatan. Seluruh peserta tampak seragam menggunakan
atribut serba putih. Beberapa lainnya menggunakan gamis hitam.
"Ini kumpulan dari komunitas apa ya, ini bisa
dikatakan seperti yang tadi. Bapak ini dari eks napiter, saya sendiri dari eks
HTI ada juga sebagian dari simpatisan FPI, bukan mewakili ya, mereka
perseorangan," kata Zainal Abidin yang mengklaim mantan anggota HTI dalam
acara tersebut. Red

Komentar
Posting Komentar