Pemprov DKI Membuka Peluang APM Untuk Bus Listrik

 


Broniesupdate, Jakarta --- Untuk menindak lanjuti program Pemprov DKI Jakarta dalam upayanya menekan kadar emisi karbon di ibukota sala satunya adalah mengganti armada TransJakarta yang berbahan bakar gas dan solar menjadi elektrik. Sejauh ini armada TransJakarta listrik yang beroperasi adalah 30 unit sebagai tahap awal.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan kesiapan untuk menghadirkan bus listrik sebagai armada. Karena itu, pihaknya menyambut baik semua Agen Pemegang Merek (APM) yang ingin bekerja sama untuk menyediakan bus listrik. Direktur Utama PT Transjakarta M Yana Adit mengatakan, pihaknya membuka selebar-lebarnya bagi APM yang ingin bekerja sama. Baik itu lokal ataupun dari luar.

"Tentu kami sangat menyambut baik kepada APM yang ingin bersama-sama dalam menghadirkan bus listrik baik merek lokal maupun luar. Kesempatan ini terbuka lebar," kata dia dalam keterangannya.

Dia menjelaskan, para APM yang ingin bekerja sama dengan Transjakarta, bisa mengajukan proposal dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Hal ini guna memastikan semua armada bus listrik memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang sudah ditetapkan.

Yana menyebut, pihak Transjakarta penjajakan akan sesuai prosesnya. Jika sudah sesuai prosedur, maka bus listrik bisa segera mengaspal untuk melayani pelanggan yang berjumlah 8,654,805 orang pertahun 2021 dengan rata-rata perhari pengguna berjumlah 288,484 orang.

"Kita akan jajaki semua prosesnya. Selanjutnya apabila telah sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku, maka kita bisa bermitra dan bus-bus listrik tersebut bisa mengaspal untuk melayani pelanggan," ungkap Yana.

Menurut dia, Transjakarta sejauh ini terus berupa memaksimalkan layanan dalam menghadirkan bus listrik sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mewujudkan program Jakarta Langit Biru.

30 Bus Listrik

Bus listrik PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) secara resmi mulai beroperasional. Debut operasional bus listrik tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam sambutannya, Anies menyampaikan untuk tahap awal, jumlah bus listrik yang dioperasionalkan sebanyak 30 unit. 

"Kita dalam fase awal ini mengoperasikan 30," kata Anies di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Selasa (8/3/2022).

Dia optimis secara bertahap jumlah armada bus listrik Transjakarta akan terus bertambah. Bahkan, ia berharap pada 2030 seluruh transportasi publik bus di Jakarta menggunakan daya tenaga listrik.

Untuk mencapai harapannya, Anies mengatakan perlu ada kolaborasi antara Pemprov DKI dan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Sebab, untuk merealisasikan tahap saat ini, Pemprov DKI telah membuat rancangan programnya sejak 2018 lalu.

"Kita merancang program ini dari mulai tahun 2018, kita bekerja bersama dengan 4 institusi internasional di mana kita bermitra, kita bertukar pikiran, bertukar pengalaman secara amat intensif delegasi delegasi mereka datang ke Jakarta," kata Anies.

Empat institusi internasional yang dimaksud Anies yaitu United Nation For Informant Programe (UNIP), Climate Technology Center and Network, C40 Network, dan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan