OLIGARKI DIBALIK PERSETERUAN GANJAR DAN MEGAWATI
Oleh : Al Ghozali Hide Wulakada (Kolumnis)
Belakangan ini makin senter perseteruan antara Ganjar Pranowo dan Megawati,pasalnya Ganjar dalam banyak kegiatannya juga melakukan kampanye. Terang saja PDIP tidak tinggal diam,Ganjar dianggap melanggar etik dan bahkan melampaui kewenangan Megawati selaku Ketua Umum PDIP.
PDIP adalah partai besar dengan patronasi Megawati yang luar biasa. Bahkan ada anekdot yang menyatakan bahwa Politisi yang berkhianat pada Megawati akan tenggelam karirnya untuk selamanya. Walau adekdot tapi rasanya itu sangat Kramat,karena faktanya memang demikian adanya.
Ganjar itu bukan siapa-siapa jika tanpa peran PDIP,karirnya dimulai sebagai Anggota DPR-RI pun karena Megawati melalui Partainya. Ganjar jadi Gubernur Jateng hingga dua periode pun karena PDIP. Jadi,jika tiba tiba ko Ganjar melawan arah kebijakan PDIP terkait Pencapresan maka itu rasanya aneh sekali. Apakah cuman segitu karakter Politisi sekelas Ganjar ; patut diduga ada backing dibelakangnya.
Tidak ada kekuatan yang abadi dalam Politik,demikian juga PDIP. PDIP itu terselamatkan karena menerima lamaran JKW sebagai kendaraan Politik. JKW itu dititip kan para Oligarki ke PDIP pada tahun 2014. Jika tidak mengusung JKW pada Pemilu 2014 maka PDIP mungkin meredup sejak kekalahan Megawati atas SBY dan Yusuf Kall di Pemilu 2004. Lagi lagi kemenangan JKW 2014 itu juga bukan ansich karena PDIP tapi karena kecerdasan sekaligus kelicikan konsultan Politik yang memborong para Buzer dan Media sehingga masyarakat umumnya terhipnotis. Bayangkan saja,bagaimana Solo yang ketika itu biasa biasa saja,seketika berubah jadi luar biasa hanya karena mobil Palsu bermerek Esmka.
Nah,sekarang ini seperti itu mau dicoba lagi dengan memoles Ganjar Pranowo. Realita politik sudah memperlihatkan Ganjar masuk 3 besar dalam bursa Capres 2024. Padahal sejujurnya selama hampir 8 tahun menjabat sebagai Gubernur Jateng,Ganjar tidak mentunaikan prestasi kepemimpinan yang monumental. Notabene aktivitasnya hanya sidak sana sidak sini lalu divideokan kemudian diapload. Berikutnya,Ganjar itu tidak didukung PDIP saat ini,bahkan selalu ada cibiran Politik dari Politisi PDIP. Tapi herannya posisi Ganjar selalu viral di media dan notabene buzzer justru beropini mendukung Ganjar dari pada PDIP.
Para bandar Politik kian tidak percaya pada PDIP,PDIP diyakini akan mengusung Prabowo dan Puan Maharani. Prabowo yang tidak bisa didikte itu tidak akan memuluskan rencana penguasaan oligarki atas potensi Negara. Jika mendorong Puan sebagai Capres dari PDIP jelas elektabilitas Puan tidak bisa melawan dan mengalahkan Anis Baswedan. Jadi,satu satunya cara adalah mencipta kondisikan agar PDIP bersedia melepas Prabowo lalu menerima Ganjar Jadi Capres. Tapi jika pun Prabowo dilepas maka kemungkinan Prabowo akan bersama Jusuf Kalla menguatkan posisi Anis melawan Ganjar atau Puan. Konstalasi Pemilu 2024 ini serba susah bagi para Cukong,Bandar Politik dan Oligarki.
Coba saja menyelami media sosial saat ini,barisan Buzzer lebih membela Ganjar dari pada PDIP. Realitas itu mengundang dugaan bahwa sebenarnya yang ramai ramai di medsos itu akunts palsu yang sengaja diciptakan untuk menahan Posisi Ganjar sembari menekan pilihan Megawati.

Komentar
Posting Komentar