Mengapa Anies Harus Dijatuhkan?


Oleh : Isa Ansori (Kolumnis)


Buku tulisan sahabat Ady Amar yang bercerita tentang sepak terjang Anies dengan judul tak tumbang dicerca tak terbang dipuja nampaknya sangat relevan untuk menggambarkan situasi Anies saat ini. 

Betapa tidak, Anies dengan kerja kerja terukurnya dan sukses menjalankannya mestinya mendapatkan apresiasi, karena hasil kerja Anies bukanlah untuk kepentingan dirinya tapi untuk kepentingan rakyatnya, apalagi yang terbaru hattrick Anies berkaitan dengan event internasional, laga sepak bola yang dilakukan di Jakarta International Stadium ( JIS), serta grand launching stadion Internasional yang dimiliki oleh Jakarta. Setelah itu gelaran balap mobil elektrik Formula E yang berlangsung sukses dan mendapatkan pujian internasional.

Untuk kesuksesan yang dijalankan oleh Anies memang tak ada cela bagi siapapun untuk menjatuhkan Anies, karena apa yang dilakukan Anies adalah sesuatu yang nyata, bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. 

Sehingga para pembenci Anies akan mengalami banyak kesulitan mencari kelemahan Anies didalam kerja-kerjanya. 

Akibat tiadanya cela itulah, maka para pembenci Anies melakukan kerja kerja lain untuk menjatuhkan Anies. 

Framing untuk menciptakan kesan bahwa Anies merupakan sosok yang tak layak didukung mulai diciptakan oleh para lawan politik Anies. Tentu saja mereka bekerja untuk calon presiden yang mereka dukung dan bisa melindungi kepentingan oligarki.

Bagi para pembenci Anies yang ada dalam benaknya adalah semangat dendam akibat kekalahan di pilgub DKI 2017. 

Dendam masa lalu akibat kekalahan di pilgub DKI 2017, bertemu dengan kecemasan oligarki dan pejabat rakus istana, maka jadilah kemudian sebuah upaya sistematis untuk menjatuhkan Anies. 

Operasi intelejen demi kepentingan presiden yang didukung oligarki satu persatu pun mulai dilakukan. Polanya sangat kasar dan kotor dan sudah bisa ditebak.

Deklarasi seolah - olah pun mulai mereka ciptakan dan dalam Deklarasi seolah - olah itu mereka ciptakan kesan tidak baik terhadap Anies. 

Seperti yang dilakukan oleh kelompok bernama FPI Reborn, dengan menenteng bendera bertuliskan kalimat tauhid yang mereka framing sebagai penganut khilafah. 

Tak lama setelah itu secara berjamaah dimunculkan gambar - gambar itu melalui media sosial dan media mainstream yang sudah terbeli. Mereka ciptakan narasi bahwa Anies penganut paham khilafah, Anies didukung oleh kelompok garis keras yang akan mendirikan khilafah, dan fitnahan - fitnahan lain yang keji. 

Framing mereka tentang Anies ternyata gagal total  tertutup dengan prestasi dan kesuksesan Anies. Rakyat tak percaya dengan rekayasa - rekayasa yang mereka mainkan.

Apakah mereka lalu menyerah? Ternyata mereka tetap berupaya untuk menjatuhkan Anies. Setelah kegagalan di skenario pertama, maka rencana kedua dijalankan, maka dibuat lah deklarasi kembali dukungan terhadap Anies dengan nama Majelis Sang Presiden.

Dalam deklarasi itu dimunculkan adegan ada yang akan menyusup dan mengibarkan bendera tauhid yang mereka artikan sebagai bendera khilafah. 

Lagi lagi upaya mereka menjatuhkan Anies mengalami kegagalan. Tapi mereka sudah siapkan media dan publikasi tentang adanya bendera tauhid tersebut yang dibiaskan itu lambang khilafah. 

Bagi mereka adanya publikasi tentang dukungan yang diwarnai dengan hal hal yang dikesankan radikal adalah keberhasilan yang mereka tunggu. 

Upaya - upaya massif menjatuhkan Anies tidak hanya mereka lakukan melalui deklarasi abal abal dan publikasi, mereka juga melakukan melalui lembaga - lembaga survey yang melacurkan diri. 

CSIS yang pendukung radikal Ahok di pilgub DKI 2017, kinipun mulai muncul dan aktif dengan analisis analisis palsunya untuk menjatuhkan Anies. Bahkan ada lembaga survey merilis temuannya dengan mengatakan pasangan Ganjar - Eric, mengalahkan pasangan Anies - Puan atau Anies AHY.

Bagi mereka Anies memang harus dijatuhkan dan tidak boleh jadi presiden, karena Anies dianggap sebagai orang yang tidak bisa diatur, orang yang akan mengancam kepentingan pejabat rakus dan oligarki. Bagi mereka Anies layak untuk dijatuhkan. 

Sehingga hari hari berjalan kedepan, fitnah dan upaya - upaya menjatuhkan Anies dengan kesan tidak baik akan terus dilakukan dan akan semakin massif dan telanjang.

Yang terbaru dikesankan Anies tersangkut korupsi, KPK memunculkan berita bahwa akan memeriksa saksi saksi berkaitan dengan fee penyelenggaraan yang diberikan kepada panitia internasional penyelenggara Formula E. 

KPK lebih sibuk men - down grade dengan berita memeriksa uang fee penyelenggaraan Formula E yang sudah jelas - jelas diputuskan melalui keputusan Perda dibanding memeriksa kerugian pembelian lahan sumber waras di masa gubernur Ahok yang jelas jelas kerugiannya setelah diaudit oleh BPK sebanyak 686 M.


Jadi sekarang kita semakin tahulah kenapa Anies harus dijatuhkan. 


Surabaya, 10 Juni 2022


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan