CSIS Jangan Asal Bikin Data Atas Nama Tenaga Ahli
Demikian disampaikan oleh Direktur Pusat Riset
Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam. CSIS diminta
untuk membuka kepada publik siapa saja ahli di bidang sosial, politik, dan
ekonomi yang mengaku tidak puas dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan, agar publik tidak menilai bahwa subjek yang disurvei adalah figuran bayaran
belaka yang berperan sebagai ahli.
"Saya kira data yang dirilis oleh CSIS harus
dibuka kepada publik. Siapa saja ahli yang dimaksud, jangan-jangan ahli-ahlian
atau figuran sebagai ahli," ujar Saiful.
Karena ini sudah membicarakan para ahli dibidang
ekonomi dan sospol sebagai sumber data, maka dari itu dirasa perlu untuk
transparansi ke publik agar validasi survey tidak dipertanyakan oleh masyarakat.
"Terkait ahli yang dijadikan responden apakah
benar-benar ahli independen, atau justru ahli yang memiliki afiliasi
tertentu," menurut Doktor Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini
Akademisi Universitas Nasional (Unas) Jakarta
ini menilai, hal itu perlu dilakukan oleh CSIS karena belakangan ini banyak hasil-hasil survei yang berseberangan
dengan kenyataan yang ada.
"Jangan sampai ada semacam indikasi untuk
menjatuhkan pihak-pihak tertentu melalui kajian yang seakan ilmiah. Saya kira
kalau memang ilmiah perlu di eksplor kepada publik siapakah ahli yang
dimaksud," pungkas Saiful. Red

Komentar
Posting Komentar