CSIS Jangan Asal Bikin Data Atas Nama Tenaga Ahli


Broniesupdate, Jakarta
--- Beberapahari kemarin Lembaga survei The Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan bahwa 51,8 persen responden dari 170 ahli di bidang sosial, politik, dan ekonomi mengaku tidak puas dengan kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Demikian disampaikan oleh Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam. CSIS diminta untuk membuka kepada publik siapa saja ahli di bidang sosial, politik, dan ekonomi yang mengaku tidak puas dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, agar publik tidak menilai bahwa subjek yang disurvei adalah figuran bayaran belaka yang berperan sebagai ahli.

"Saya kira data yang dirilis oleh CSIS harus dibuka kepada publik. Siapa saja ahli yang dimaksud, jangan-jangan ahli-ahlian atau figuran sebagai ahli," ujar Saiful.

Karena ini sudah membicarakan para ahli dibidang ekonomi dan sospol sebagai sumber data, maka dari itu dirasa perlu untuk transparansi ke publik agar validasi survey tidak dipertanyakan oleh masyarakat.

"Terkait ahli yang dijadikan responden apakah benar-benar ahli independen, atau justru ahli yang memiliki afiliasi tertentu," menurut Doktor Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini

Akademisi Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini menilai, hal itu perlu dilakukan oleh CSIS karena belakangan ini  banyak hasil-hasil survei yang berseberangan dengan kenyataan yang ada.

"Jangan sampai ada semacam indikasi untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu melalui kajian yang seakan ilmiah. Saya kira kalau memang ilmiah perlu di eksplor kepada publik siapakah ahli yang dimaksud," pungkas Saiful. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan