Anies Sentil Kritikus Formula E, Disoal Beberapa Fraksi DPRD DKI
Broniesupdate, Jakarta --- Pada acara Rapat Kerja Nasional I Al Jam'iyatul Washliyah di Hotel Mercure Ancol, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan permohonan maaf terhadap ajang balap Formula E. Permintaan maaf itu dia sampaikan pada pihak-pihak yang disebutnya pesimistis, karena pada akhirnya balapan mobil listrik itu bisa terlaksana dengan sangat sukses di tengah gelombang kritik.
"Saya kemarin sampaikan minta maaf kepada sebagian yang karena Formula E kemarin mengecewakan," kata Anies di disiarkan UMTC Channel.
"Mengecewakan kepada orang-orang yang pesimis
bisa terjadi, hehehe..." kata Anies sambil tertawa kecil di ujung
kalimatnya.
Meskipun Anies tidak menyebut siapa pihak
pesimistis itu tetapi publik tentunya sudah sangat faham dengan maksud Anies
soal pengkritik gelaran balap Formula E Jakarta.
Meski begitu, gelaran Formula E juga tak terlepas
dari kritik. Apalagi pembangunan sirkuit juga dikebut hanya dalam kurun waktu
54 hari.
Candaan Anies tentunya mendapatkan banyak tanggapan nyinyir. Salasatunya
datang dari anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP yang mengatakan bahwa Anies nyata-nyata
mempolitisasi Formula E
"Kalau dikatakan ini mengecewakan yang
pesimis, ya tentu muatannya bukan lagi untuk memajukan ekosistem kendaraan
listrik di Jakarta, tetapi untuk mempolitisir Formula E," kata Anggota
DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Ima Mahdiah kepada wartawan, Senin (13/6/2022).
"Ya kalau soal baper, itu biar masyarakat saja yang menilai. Daripada bicara sambil menyindir, lebih terhormat menjelaskan di hak interpelasi biar mendorong transparansi penggunaan APBD kepada masyarakat juga. Saya rasa itu jauh lebih terhormat," katanya.
Tanggapan yang serupa datang dari Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI William Aditya Sarana yang dimana ketua umumnya terperosok kedalam lubang pada saat sidak kesiapan sirkuit formula E. "Pemprov DKI jangan puas diri dulu, masih ada banyak kewajiban yang harus dituntaskan berkaitan dengan Formula E, mungkin tidak terlihat secara visual tapi penting untuk dilakukan seperti kewajiban revisi feasibility study ke BPK, perhitungan profit yang jelas, dan lain-lain," kata nya
William mengatakan secara kasat mata Formula E
berlangsung sukses. Namun dia meminta agar kewajiban administratif dan keuangan
Formula E dituntaskan.
"Acara ini rencananya kan masih berlanjut
tahun-tahun berikutnya, jika kewajiban administratif dan keuangannya tidak
dibereskan akan memberikan beban kepada Penjabat Gubernur dan APBD DKI walaupun
secara visual acaranya sukses," kata dia.
Lebih lanjut, William mengatakan PSI akan terus
mengawal terkait Formula E ini. Dia berharap agar proses administrasi keuangan
Formula E ini tak meninggalkan beban kepada pemimpin Jakarta berikutnya.
"Dan dari Fraksi PSI akan terus mengawal
karena kita punya fungsi pengawasan. Jangan sampai karena proses administratif
keuangan tidak diselesaikan dengan baik, Gubernur dan APBD selanjutnya akan
diberikan beban," ujar dia. Red

Komentar
Posting Komentar