Anies Dicecar Udara Jakarta Buruk, PKS Membela


Broniesupdate, Jakarta
--- Derasnya kritik dari PDIP dan FPI perihal Udara Buruk di DKI Jakarta. Politikus F-PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak
mengatakan kalau Anies Baswedan sibuk pencitraan dan nyapres ketimbang mengurusi kualitas udara di Ibu Kota yang terburuk di dunia.

"Saat udara Jakarta mengalami polusi terberat di dunia, fokus Anies terlihat lebih ke pencapresan. Segala hal mulai dari peresmian JIS dan berbagai kegiatan lainnya hingga NasDem memunculkan nama capres diberi pendapat olehnya," kata anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Gilbert Simanjuntak

Mendengar derasnya kritik ini M Taufik Zoelkifli menepis anggapan tersebut dan menganggap Anies justru visioner dalam menanggulangi polusi udara di Jakarta.

"Saya lihat Jakarta sudah mengantisipasi penurunan kualitas udara/polusi udara sejak tahun 2019 lewat Ingub (Instruksi Gubernur) Nomor 66 tahun 2019 tentang 'Pengendalian Kualitas Udara'," kata Sekretaris I Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli kepada wartawan.

Ingub pengendalian kualitas udara itu, dalam penjelasan Taufik, ditujukan kepada para asisten sekda dan para kepala dinas terkait seperti perhubungan, kesehatan, perindustrian, dan lingkungan lidup.

Perlu diketahui Ingub yang dimaksud Taufik adalah pengendalian kualitas udara berisi antara lain :

1.      Angkutan umum di Jakarta tidak ada yang berusia di atas 10 tahun dan harus lulus uji emisi.

2.      Warga diajak berpartisipasi melalui kebijakan perluasan ganjil genap dan peningkatan tarif   parkir di daerah yang terlayani angkutan umum.

3.      Memperketat uji emisi kendaraan pribadi dan memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia di atas 10 tahun mulai tahun 2025.

4.      Mendorong peralihan ke moda transportasi umum dan mempercepat pembangunan fasilitas pejalan kaki.

5.      Pengendalian terhadap sumber polutan aktif (cerobong industri aktif).

6.      Optimalisasi penghijauan pada sarana dan prasarana publik dan mendorong adopsi prinsip green building di seluruh gedung.

Belum lagi Usaha Anies dalam peralihan penggunaan bahan bakar fosil menjadi listrik yang sudah di terapkan di armada TransJakarta. Menurut Taufik sebagian besar ingub itu sudah dalam proses dan sudah dilaksanakan.


"Sebagian besar Ingub tersebut dalam pantauan saya sedang dan sudah dilaksanakan. Misalnya peremajaan angkutan umum oleh Dishub dan PT TransJakarta. Pengoperasian bus-bus bertenaga listrik. Pelebaran trotoar-trotoar untuk pejalan kaki. Pembuatan jalur sepeda. Penghijauan," katanya.

"Penempatan panel solar di rooftop gedung-gedung sekolah dan pemerintah. Dan beberapa program lainnya. Yang terakhir adalah ajang Formula E yang sebenarnya merupakan promosi alternatif energi listrik yang ramah lingkungan untuk menggantikan energi fosil," imbuhnya.

Taufik tak menutupi soal terdapat banyak kekurangan dan keterlambatan. Namun, baginya arah pembangunannya sudah on the track.

Dia juga membandingkan perhitungan soal udara Jakarta yang menjadi kotor bahkan terkotor nomor 3 di dunia berdasarkan situs IQAir di Air Quality Monitoring System (AQMS).

Taufik juga mengatakan bahwa buruknya udara di Jakarta juga dipengaruhi oleh factor eksternal seperti pergerakan angin yang berkumpul di Jakarta.

"Namun Dinas LH DKI punya Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) sendiri yang hasil pembacaannya tidak separah AQMS. Masih dalam kualitas 'sedang'. Sedangkan BMKG juga mengatakan bahwa salah satu sebab dari polusi udara adalah pergerakan angin yang membawa massa udara dari timur dan timur laut yang menuju Jakarta," ucap Taufik. Red

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anies dan Demokrasi Bau Amis

Mengetuk Pintu Langit

Sunny dan Surya Tjandra, Dua Kader PSI Yang Mendukung Anies Baswedan